Bangkok, Gotnornews — Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-ocha, Senin (17/1/2022), menegaskan bahwa negaranya akan melindungi pengungsi Myanmar di perbatasan Thailand. Thailand, lanjut Prayut, juga tidak akan memaksa para pengungsi untuk kembali ke Myanmar kecuali sukarela.
Pernyataan Prayut terlontar saat bertemu dengan utusan khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Myanmar, Noeleen Heyzer. Prayut, sekali lagi, menyatakan bahwa semua lembaga Thailand akan memberikan bantuan kemanusiaan dasar bagi para pengungsi Myanmar.
Sebagai informasi, bentrokan dan kekerasan antara tentara militer Myanmar dengan kelompok etnis bersenjata, Karen National Union (KNU), di Karen menyebabkan ribuan warga Myanmar mengungsi. Kini, para pengungsi telah berada di zona aman di sepanjang Sungai Moei di Provinsi Tak.
Dalam kunjungannya ke Thailand, Heyzer berusaha mencari dukungan dari ASEAN untuk menemukan solusi bagi Myanmar. Krisis politik melanda Myanmar pascakudeta 1 Februari yang menyasar pimpinan National League for Democration (NLD), Aung San Suu Kyi.
Heyzer juga menyatakan keprihatinannya terhadap situasi di Myanmar. PM Prayut menjelaskan bahwa pembicaraan dengan para petinggi militer Myanmar menjadi langkah penting untuk mengakhiri krisis.
Heyzer yang berasal dari Singapura ditunjuk sebagai utusan khusus Myanmar. ASEAN berharap Heyzer dapat membantu Myanmar dalam mengakhiri krisis. [Mohamad Deny Irawan]




















