Srinagar, Gontornews — Pihak kepolisian India, Sabtu (11/6/2022), menembak mati dua demonstran antipernyataan petinggi partai berkuasa di India, Bharatiya Janata Party (BJP), terhadap Nabi Muhammad SAW. Penembakan tersebut dalam rangka membubarkan pengunjuk rasa.
“Polisi terpaksa melepaskan tembakan untuk membubarkan pengunjuk rasa. Beberapa dari mereka terkena peluru termasuk dua orang tewas,” kata seorang petugas kepolisian di Kota Ranchi Timur kepada AFP. Petugas tersebut enggan menyebut nama karena merasa tidak berwenang untuk berbicara kepada media.
Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa polisi menghadapi lemparan batu dari para demonstran sepanjang Jumat. Para demonstran memprotes pernyataan menghina tentang Nabi Muhammad Saw yang dilontarkan oleh dua orang petinggi BJP, Nupur Sharma dan Naveen Kumar Jindal.
Selain demonstrasi di dalam negeri, pemerintah India juga mendapat kecaman dari dunia internasional, terkhusus negara-negara Islam.
BJP lantas mengeluarkan tindakan keras dengan menangguhkan keanggotaan Nurpur Sharma dan mencopot jabatannya sebagai juru bicara partai dan memecat Naveen Kumar Jindal akibat komentarnya di media sosial.
Meski BJP telah menganulir perbuatan anggotanya tersebut, kemarahan masyarakat minoritas muslim di India tidak dapat mereda begitu saja. Tekanan tersebut membuat pemerintahan Narendra Modi yang diusung oleh BJP menghadapi isu-isu mulai kebebasan beribadah hingga pemakaian hijab.
“Sejauh ini, tidak ada tindakan tegas yang diambil terhadap Nupur Sharma,” kata seorang pengunjuk rasa bernama Mohammad Jabir.
“Dia harus ditangkap sesegera mungkin,” sambung Jabir.
Sharma pun enggan berkomentar lebih terkait demonstrasi yang terjadi akibat komentarnya tersebut. Pekan lalu, Sharma ‘hanya’ mengatakan bahwa pernyataannya tidak bermaksud untuk menyinggung penganut agama mana pun.
Sementara itu, pihak kepolisian di New Delhi telah ‘mendaftarkan’ kasus Sharma dan lainnya atas tuduhan menghasut orang-orang dan memecah belah masyarakat di media sosial.
Atas dua kasus tersebut, BJP telah menginstruksikan para pejabat untuk berhati-hati dalam berbicara mengenai agama di ruang publik. BJP pun meminta anggotanya tidak mempromosikan penghinaan terhadap sekte atau agama mana pun. [Mohamad Deny Irawan]




















