Den Haag, Gontornews–Seorang politisi asal Belanda Tunahan Kuzu menolak bersalaman dengan perdana menteri Israel Benyamin Netanyahu dalam sebuah pertemuan di Belanda. Padahal kedatangan pimpinan Israel ke negeri kincir angin tersebut termasuk kunjungan Negara.
Dalam sebuah video yang diungguh Russian today (8/9), keduanya tampak bertemu secara langsung. Ketika Tunahan berdiri di samping politisi lainnya, Netanyahu mendekat dan kemudian terlihat mengangkat bahu untuk berjabat tangan. Seperti disengaja, Tunaha bergerak menjauh dari posisi awalnya.
Tuhana yang merupakan pendukung hak-hak Palestina, dalam status facebooknya menjelaskan apa yang dilakukan kepada Netanyahu untuk tidak melupakan pertumpahan darah di Gaza oleh Israel.
“Sementara jalan-jalan Gaza memerah oleh darah yang memercik dari pembuluh darah dari anak-anak pada musim panas 2014, karpet merah terguling di sini,” tulis Tunahan. Politisi perempuan ini juga mengkampanyekan pembebasan Palestina dengan hastag #FreePalestine.”
Uniknya, pejabat Negara mendapat perlakuan yang memalukan seperti itu, staf kantor perdana menteri berupaya mengedit video penolakan jabat tangan di Den Haag. Tapi,editan tersebut tak bisa mengembalikan wibawa Israel dimata dunia karena video yang asli masih muncul di YouTube dan Pemerintah Israel tidak bisa menghapusnya.
Aksi Tunahan pun mendapat sanjungan dari pengguna Twitter maupun facebook karena aksi protesnya terhadap Israel.
Mantan Perdana Menteri Belanda Dries Van Agt yang pemimpin negara 1977-1982 juga menuntut Netanyahu segera diadili di Pengadilan Kejahatan Internasional karena kejahatan perang yang dilakukannya. [Ahmad Muhajir]





















