Bekasi, Gontornews – Pondok Pesantren li Tahfidzil Quran Nurul Jamilah Daru Tartila menggelar peringatan 8 windu sekaligus wisuda tahfidz perdana, Senin (13/2). Santri tahfidz Daru Tartila pertama yang berhasil menghafalkan al-Qur’an 30 juz adalah Khoirunnisa asal Kranji, Bekasi.
Menurut Ketua bidang Ketahfidzan Daru Tartila, Ustadz Yasin Shodiqin, Khoirunnisa merupakan guru pengabdian tahun ketiga dan santriyah, sebutan santri putri Daru Tartila, pertama yang berhasil menghafal al-Qur’an 30 juz.
Hadir dalam acara tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz al-Qur’an al-Muqaddasah sekaligus Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal, Wakil Walikota Bekasi H Ahmad Syaikhu dan Ketua Sekolah Tinggi Agama islam Attaqwa KH Abid Marzuki.
“Santri kami behasil menghafal 30 juz bernama Khoirunnisa yang merupakan santri pertama kami yang berhasil mengkhatamkan al-quran 30 juz di Daru Tartila,” kata Ustadz Yasin Shodiqin kepada Gontornews.
“Setelah lulus dia bertekad untuk menghafal al-Qur’an. Tahun pertama dia belum berhasil, tahun setelahnya belum berhasil, alhamdulillah tahun ini dia berhasil (selesai hafal 30 juz),” tambahnya.
Sebelum pelaksanaan wisuda, terlebih dahulu Khoirunnisa diuji hafalannya oleh KH Hasan Abdullah Sahal, Wakil Walikota Ahmad Syaikhu dan ustadz pengusaha, Ustadz Aruman.
“Ayo siapa lagi yang mau menguji dia sebelum kami memberikan ijazah?” tanya Ustadz Hasan, sapaan akrabnya kepada para tamu yang hadir.
Atas prestasinya tersebut, Khoirunnisa diberikan kesempatan untuk melaksanakan umrah bersama orangtuanya sekaligus mendapatkan beasiswa penuh untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.
“Allah SWT benar-benar hebat ya kalau urusan menaikkan dan menurunkan derajat seseorang,” kata Arifyanto Said, sekretaris jenderal IKPM Bekasi, merujuk pada keberhasilan Khoirunnisa dalam menghafal al-Qur’an 30 juz.
Terakhir, Ustadz Yasin memastikan bahwa wisuda tahfidz hari ini bukan yang terakhir. Pria lulusan al-Azhar Kairo itu mengonfirmasi ada satu orang lainnya yang akan segera diwisuda tahfidz.
“Sebetulnya yang diwisuda tahfidz hari ini ada 2. Tapi yang satu lagi belum ujian, jadi belum diwisuda,” pungkas pria kelahiran Jakarta 33 tahun silam itu. [Mohamad Deny Irawan/Rus]























