Jakarta, Gontornews — Pondok Pesantren Darunnajah terbitkan buku Biografi KH Saifuddin Arief, Sabtu (14/8). KH Saifuddin Arief sendiri merupakan Anggota Dewan Nadzir Yayasan Darunnajah yang mengelola Pondok Pesantren Darunnajah seluruh Indonesia.
Ustadz Andin, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa ia tidak menyangka bahwa peluncuran buku biografinya dilaksanakan di lokasi kelahirannya. Ustadz Andin berkisah bagaimana perjuangan ayah-ibu sesaat sebelum melahirkan dirinya 74 tahun silam.
“Alhamdulillah, ibu saya melahirkan saya ke dunia tahun 74 tahun silam. Anda duduk di lokasi dimana tempat tidur ayah-ibu saya berada. Ini saksi bisu lokasi kelahiran saya,” kenang Kiai Andin dalam acara peluncuran buku biografi berjudul KH Saifuddin Arief, Penyeimbang Dinamika Kultural dan Struktural Darunnajah.
“Saya tidak bisa membayangkan betapa hebat ayah dan ibu saya dalam mendidik, mengasuh dan menghidupi anak-anaknya. Yang hebat lagi, ayah-ibu saya itu orang yang cerdik. Mereka punya tanah, cerdas dan juga kaya,” imbuhnya.
Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, KH Sofwan Manaf, juga berkisah tentang bagaimana segenap elemen Ponpes Darunnajah membutuhkan informasi serta solusi atas permasalahan yang terjadi di pesantren. Lebih lanjut, Kiai Sofwan berharap Ustadz Andin menerbitkan Autobiografi bukan sekedar biografi atau testimoni seperti yang ada saat ini.
“Semoga kita dapat mengambil ibrah dari tulisan-tulisan orang tentang biografi ini,” kata Kiai Sofwan.
“Mumpung Ka Andin masih sehat, alangkah baiknya beliau juga memberikan ucapan-ucapan serta menceritakan kasus-kasus yang pernah terjadi berikut dengan cara penyelesaiannya. Itulah mengapa saya mendorong penerbitan autobiografi beliau,” tutup Kiai Sofwan.
Penyusunan buku biografi ini merupakan inisiasi putra-putri beliau. Biografi ini disusun oleh Irfanul Islam. KH Hadiyanto Arief, salah seorang putra beliau mengatakan bahwa biografi ini merupakan sebuah ide besar yang harus diwujudkan.
“Mudah-mudahan tidak berlebihan bila kami memberi hadiah kepada ayahanda sekaligus panutan kami, KH Saifuddin Arief. Buat kami, penulisan biografi ini adalah ide besar yang harus diwujudkan,” pungkas Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah 8 Annur Cidokom, Parung, Bogor. [Mohamad Deny Irawan]




















