Paris, Gontornews — Prancis, Ahad (1/1/2022), mendesak semua negara Uni Eropa untuk mulai melakukan pengujian terhadap penumpang yang datang dari Cina. Kebijakan ini muncul seiring dengan bangkitnya kembali kasus Covid-19 di negeri Tirai Bambu tersebut pascapencabutan aturan ‘Zero-Covid’.
Selain Prancis, ada beberapa negara Uni Eropa yang memberlakukan pengujian terhadap penumpang asal Cina seperti Italia dan Spanyol. Sementara Inggris, yang telah keluar dari keanggotaan Uni Eropa, juga mengeluarkan kebijakan serupa.
Mulai hari Ahad, Prancis mewajibkan pelancong dari Cina memberikan hasil tes negatif Covid-19 kurang dari 48 jam sebelum keberangkatan dan menguji secara acak saat mereka tiba.
“Prancis akan mendorong agar metode ini diterapkan di seluruh Uni Eropa,” kata Menteri Kesehatan Prancis Francois Braun bersama Menteri Transportasi Clement Beaune saat memeriksa prosedur baru itu di Bandara Roissy Charles de Gaulle Paris, Ahad.
“Inilah mengapa kita harus berkoordinasi (dengan seluruh Uni Eropa), agar lebih efisien,” sambungnya sebagaimana dilansir Euro News.
Braun mengakui bahwa kontrol kedatangan penumpang di bandara tidak dapat mencegah orang memasuki Prancis. Ia menggambarkan kontrol tersebut sebagai kontrol ilmiah yang memungkinkan otoritas terkait untuk mengikuti varian berbeda dengan sangat tepat.
Pada hari Jumat, Pemerintah Prancis mengonfirmasi bahwa pengunjung yang bepergian dari Cina wajib menyertakan hasil tes Covid-19 negatif di awal penerbangan mereka dan berlaku hingga 31 Januari mendatang.
Dalam satu pekan, ada 10 penerbangan dari Cina yang masuk ke Prancis: enam penerbangan dari Cina dan empat penerbangan lain dari Hong Kong. Pemerintah juga mengharuskan para penumpang dari Cina untuk melewati bandara Roissy Charles de Gaulle, Paris. [Mohamad Deny Irawan]



















