Paris, Gontornews — Lembaga statistik Prancis, Jum’at (29/1/2021), melansir bahwa dua masa penguncian wilayah (lockdown) menghancurkan ekonomi Prancis. Adalah Institute of Statistics and Economic Studies (Institut national de al statistique et des etudes economiques/Insee) Prancis yang melaporkan kondisi ekonomi negara Eropa tersebut selama penguncian.
Lembaga tersebut juga menyatakan bahwa pendapatan domestik bruto (PDB) Prancis turun hingga 8,3 persen. Selain itu, mereka juga merilis bahwa pertumbuhan ekonomi Prancis turun hingga 9 persen, lebih tinggi dari prediksi pemerintah yang mencapai 11 persen. Laporan ini merupakan estimasi pertama dari efek ekonomi pada kuartal keempat tahun 2020.
Secara khusus, kebijakan lockdown dan jam malam di Perancis selama Oktober dan Desember menurunkan PDB hingga 1,3 persen. Penurunan ini terjadi karena hilangnya sejumlah aktifitas ekonomi dalam negeri.
Pengeluaran konsumsi rumah tangga juga menurun 5,4 persen karena beberapa bisnis non-esensial, toko dan toko komersial tutup selama penguncian.
Sementara itu, perdagangan luar negeri tumbuh 0,9 poin. Pemerintah memprediksi sektor ekspor akan berangsur pulih menyusul tingginya permintaan peralatan transportasi dan obat-obatan.
Secara keseluruhan, laporan tersebut mengutip dampak ekonomi akibat hilangnya aktifitas harian warga.
“Angka ini jauh lebih moderat daripada selama penguncian pertama pada Maret-Mei,” ungkap keterangan resmi Insee yang dilansir Anadolu.
Secara umum, laporan ini menunjukkan bahwa sisi permintaan menurun daripada produksi. Sedangkan perubahan inventrasi berkontribusi lebih dari 0,4 poin terhadap pertumbuhan PDB berbanding 1,7 poin yang terjadi pada kuartal ketiga 2020. [Mohamad Deny Irawan]





















