London, Gontornews — Pemerintah Inggris, Jum’at (29/1/2021), menyayangkan langkah Uni Eropa yang mengeluarkan aturan baru kontrol ekspor baru bagi Irlandia Utara. Akibatnya, aliran pengiriman vaksin korona dari Inggris ke Irlandia Utara terhambat.
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, menyatakan keprihatinannya terhadap rencana tersebut. PM Boris pun langsung berkomunikasi dengan Presiden Uni Eropa, Ursula von der Leyen, untuk membicarakan aturan tersebut. Ursula pun mengonfirmasi bahwa pembicaraan dengan PM Boris berlangsung sangat konstruktif.
Dalam aturan Pasal 16 yang dikeluarkan oleh Uni Eropa mengharuskan Irlandia Utara untuk mengatur protokol demi mencegah kawasan tersebut menjadi akses jual beli vaksin melalui pintu belakang. Uni Eropa khawatir pasokan vaksin yang mereka pesan tidak dapat terealisasi akibat kurangnya pasokan.
Berdasarkan kesepakatan Brexit, Uni Eropa mengizinkan aktifitas ekspor Inggris ke Irlandia tanpa kontrol. Jika aturan ini terealisasi, maka pemerintah Irlandia Utara, oleh Uni Eropa, wajib untuk mengontrol ekspor vaksin dari Inggris.
BBC menjelaskan bahwa aturan UE tersebut membuat negara-negara Eropa memblokir ekspor vaksin virus korona ke negara-negara jika bersedia.
Blok setuju membeli hingga 400 juta dosis vaksin AstraZenece tahun lalu. Pada Jum’at (29/1/2021), regulator obat Uni Eropa telah menyetujui penggunaan vaksin tersebut untuk orang dewasa. Tetapi, perusahaan AstraZeneca mengaku pasokan vaksin pada sebuah pabrik di London cocok bagi dewasa. Untuk produksi vaksin di Uni Eropa, pasokan vaksin AstraZeneca turun sekitar 60 persen pada kuartal pertama 20201. [Mohaamad Deny Irawan]






















