San Fransisco, Gontornews — Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Selasa (20/06/2023), mengingatkan bahwa teknologi kecerdasan buatan (Aritificial Intellegent/AI) memiliki manfaat serta risiko yang juga besar. Biden mengatakan AI akan mengubah cara belajar-mengajar manusia serta ia berharap AI, dapat memecahakan persoalan kesehatan hingga perubahan iklim.
“Kita semua akan melihat perubahan teknologi dalam 10 tahun ke depan yang bisa kita lihat dalam 50 tahun,” kata Biden saat melakukan pertemuan dengan delapan pakar teknologi dari kalangan akademisi dan grup advokasi di San Fransisco, Amerika Serikat.
“AI sudah mendorong perubahan tersebut,” sambungnya sebagaimana dilansir AP News.
Karenanya, pemerintahan Biden sedang menyiapkan cara untuk memberikan pedoman yang mengatur tentang penggunaan teknologi tersebut. Ia berharap AI sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi serta keamanan nasional tanpa mengabaikan risiko dan potensi bahaya yang muncul.
Secara khusus, Biden menyoroti kemunculan aplikasi AI, ChatGPT, yang mendorong banyak investasi. Alat ini mampu membuat teks, musik, gambar hingga pengkodean komputer seperti halnya manusia. Meski otomatisasi ini dapat meningkatkan produktivitas pekerja banyak para ahli yang mengkhawatirkan risiko teknologi tersebut.
Para ahli menganggap teknologi tersebut dapat menggantikan para pekerja serta memicu pemutusan hubungan kerja secara massal. Untuk itu, pemerintah Amerika Serikat bersama Uni Eropa bertekad untuk mengatur serta mengelola AI ini dengan baik sebelum terlambat.
Sebagai contoh, Biden mengingatkan tentang bahaya yang muncul dari media sosial serta dampaknya di masyarakat global.
“Apa yang Anda lakukan memiliki potensi yang sangat besar dan bahaya yang juga sangat besar,” ucap Biden saat mengumpulkan stakeholder teknologi di Gedung Putih bulan Mei silam. [Mohamad Deny Irawan]






















