Ankara, Gontornews — Presiden Turki, Racip Tayyip Erdogan, Jumat (03/03/2023), mengatakan lebih dari 214.000 bangunan runtuh dan rusak berat akibat gempa bumi 6 Februari lalu. Rencananya, Presiden Erdogan menegaskan pemerintah akan segera membangun tempat tinggal baru dan rumah desa setelah penilaian kerusakan selesai.
“Saat ini, kami telah menentukan 608.000 bagian independen di 214.000 bangunan yang telah runtuh atau rusak parah dan akan dihancurkan,” kata Erdogan saat melakukan pertemuan dengan pejabat tingkat tinggi seperti Wakil Presiden Fuat Oktay, juru bicara parlemen Mustafa Sentop, Direktur Komunikasi Fahrettin Altun dan sejumlah menteri pemerintah.
Lebih lanjut, Erdogan menambahkan bahwa, nantinya, pemerintah akan mendirikan bangunan tidak lebih dari tiga atau empat lantai di atas lantai dasar.
“Kami bertujuan untuk menghidupkan kembali kota-kota kuno kami dengan pemahaman yang akan menjaga aset sejarah dan budaya kami tetalh hidup serta memperkuatnya dari bencana,” sambung Erdogan sebagaimana dilansir Anadolu.
Lebih dari 45.000 orang Turki tewas setelah bencana gempa kembar berkekuatan 7,7 dan 7,6 Skala Richter pada 6 Februari. Gempa bumi yang berpusat di distrik Elbisan provinsi Kahramanmaras mempengaruhi lebih dari 13 juta orang di 11 provinsi termasuk Hatay, Adana, Gaziantep, Diyarbakir, Adiyaman, Malatya, Kilis, Osmaniye, Elazig dan Sanliurfa. [Mohamad Deny Irawan]





















