Indiana, Gontornews — Sebuah penelitian yang terbit di JAMA Health Forum mengungkap bahwa pasien Long Covid memiliki risiko kematian tinggi dan memiliki masalah kesehatan serius dibandingkan mereka yang tidak pernah menderita Covid-19.
Long Covid atau Covid jangka panjang merupakan istilah untuk masalah kesehatan yang muncul selama atau setelah kasus Covid-19. Masalah kesehatan ini, umumnya, bisa berlangsung selama beberapa pekan, bulan atau bahkan lebih lama.
Para pasien Long Covid menunjukkan sejumlah gejala seperti kelelahan, disfungsi kognitif atau nyeri kronis. Jika tidak ditangani dengan baik, masalah Long Covid tersebut bisa menyebabkan penyakit serius di kemudian hari.
Penelitian yang ditulis oleh Andrea DeVries, Sonali Shambu, Sue Sloop dari Elevance Health India Amerika Serikat menggunakan data catatan kesehatan yang terangkum dalam 14 rencana asuransi komersial. Dalam penelitian ini, mereka memeriksa sekitar 13.500 orang dewasa di Amerika Serikat yang terdiagnosa Covid-19 dari April hingga Juli 2020 dan kemudian mengembangkan Long Covid.
Selain itu, penelitian ini juga melibatkan hampir 27.000 orang dewasa yang tidak terdiagnosa Covid-19 selama masa tudi berlangsung tapi memiliki kecocokan dalam hal demografi dan status kesehatan sebelum pandemi.
Hanya dalam rentang satu tahun, orang yang terdiagnosa Long Covid membutuhkan perawatan atas masalah kesehatan yang mereka alami secara signifikan. Sebut saja, detak jantung tidak teratur, pembekuan darah, stroke, penyakit jantung, gagal jantung hingga penyakit pernapasan.
Penelitian yang dilansir Time ini, mengungkap bahwa detak jantung tidak teratur dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) sebagai penyakit bawaan pasien Long Covid. Ada sekitar 30 persen kelompok yang mencari perawatan untuk masing-masing gejala. Sementara dari kelompok kontrol hanya melakukan 12,5 persen dan 16,5 persen yang mencari perawatan detak jantung tidak teratur dan PPOK.
Selian itu, orang yang terdiagnosa Long Covid juga berisiko tinggi meninggal dunia: hampir 3 persen pasien Long Covid meninggal dalam rentang satu tahun setelah kasus Covid-19 mereka.
Penelitian ini juga memberikan sejumlah saran: pertama, catatan kesehatan bukanlah sumber datayang sempurna. Selain itu, catatan kesehatan, mungkin saja, tidak mencerminkan setiap gejala yang dialami seseorang.
Kedua, studi tersebut merupakan pengamatan orang yang terkena Covid-19 pada tahun 2020, saat belum tersedia vaksin. Meski vaksin tidak mencegah Long Covid, tetapi vaksin mengurangi risiko pengembangan gejala.
Terakhir, penelitian ini menyimpulkan bahwa Covid-19 meninggalkan sisanya pada tubuh dengan berbagai cara, di antaranya bertahan lebih lama dan lebih serius dari pada gejala flu. [Mohamad Deny Irawan]





















