London, Gontornews — Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada hari Selasa menyatakan, mengakhiri semua perjanjian yang ditandatangani dengan Israel dan Amerika Serikat.
Arabnews.com merilis, Presiden Palestina membuat pernyataan itu dalam pertemuan darurat di Ramallah untuk membahas rencana Israel mencaplok bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki.
Dia mengatakan, keputusan itu termasuk perjanjian keamanan dengan Israel, termasuk yang ditetapkan dalam Kesepakatan Oslo yang ditandatangani pada tahun 1993.
“Organisasi Pembebasan Palestina dan Negara Palestina dibebaskan, sampai hari ini, dari semua perjanjian dan pemahaman dengan pemerintah Amerika dan Israel dan semua kewajiban berdasarkan pada pemahaman dan perjanjian ini, termasuk bidang keamanan,” kata Abbas.
Pernyataan dramatis itu muncul ketika Israel bersiap untuk mencaplok bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki, sebagai kebijakan pemerintah baru Israel hasil koalisi yang disumpah pada hari Ahad.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji dalam kampanye pemilihannya untuk mencaplok wilayah Lembah Jordan di wilayah Palestina.
Abbas mengatakan pemotongan perjanjian itu berarti Israel sekarang harus “memikul semua tanggung jawab dan kewajiban di depan komunitas internasional sebagai kekuatan pendudukan.”
Dia juga menyerang AS, yang di bawah pemerintahan Donald Trump telah mengambil garis keras terhadap Palestina, termasuk memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem.
“Kami menganggap pemerintah Amerika bertanggung jawab penuh atas penindasan yang menimpa rakyat Palestina dan kami menganggapnya sebagai mitra utama pemerintah pendudukan Israel dalam semua keputusan dan tindakan agresif dan tidak adil terhadap rakyat kami,” kata Abbas. []

















