Paris, Gontornes — Presiden Prancis Emmanuel Macron pada hari Sabtu (10/6) mendesak timpalannya dari Iran, Ebrahim Raisi, untuk “segera mengakhiri” dukungan Teheran terhadap invasi Rusia ke Ukraina, dengan menyediakan drone penyerang ke Moskow, kata Elysee.
Macron menggarisbawahi “konsekuensi keamanan dan kemanusiaan” yang serius dari pengiriman drone Iran “dan mendesak Teheran untuk segera mengakhiri dukungan yang diberikannya untuk perang agresi Rusia melawan Ukraina,” kata sebuah pernyataan dikutip Arabnews.com.
Seruan itu datang sehari setelah jurubicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby mengatakan Rusia menerima bahan dari Iran untuk membangun pabrik drone di wilayahnya yang “dapat beroperasi penuh awal tahun depan.”
Gedung Putih merilis citra satelit dari lokasi calon pabrik di zona ekonomi khusus Alabuga, sekitar 900 kilometer (560 mil) timur Moskow.
“Kemitraan militer Rusia-Iran tampaknya semakin dalam,” kata Kirby dalam sebuah pernyataan, mengutip informasi intelijen AS.
Amerika Serikat mengatakan bahwa Rusia telah menerima ratusan pesawat tak berawak Iran untuk menyerang Kyiv dan “meneror” warga Ukraina. Namun, tuduhan ini dibantah oleh Teheran.
Menurut data AS, drone dibuat di Iran, dikirim melintasi Laut Kaspia “dan kemudian digunakan secara operasional oleh pasukan Rusia melawan Ukraina,” kata Kirby. []






















