Istanbul, Gontornews – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, membahas soal serangan militer Turki di Suriah. Kantor Kepresidenan Turki mengatakan pembicaraan kedua pemimpin negara itu dilakukan melalui telepon pada hari Sabtu (9/11).
Pembicaraan antara Erdogan dan Putin mengonfirmasi komitmen mereka terhadap kesepakatan yang mereka buat pada sebuah pertemuan di resor Laut Hitam Sochi, serta membuka jalan bagi patroli militer bersama Rusia-Turki di dalam wilayah Suriah.
Selain itu, Erdogan dan Putin juga membahas perdagangan bilateral, tetapi tidak memberikan perincian lebih lanjut.
Presiden Turki rencananya akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden AS, Donald Trump di Washington pada hari Rabu (13/11) mendatang.
Sebelumnya diberitakan bahwa Turki telah melancarkan serangan lintas-perbatasan satu bulan lalu, dengan tujuan untuk mengusir pasukan pimpinan Kurdi dari wilayah perbatasan dan menciptakan “zona aman” untuk menyelesaikan pengungsi Suriah.
Serangan itu telah menghentikan kesepakatannya dengan Amerika Serikat yang menyerukan penarikan kelompok Kurdi dari perbatasan. Menurut Turki. YPG Kurdi telah dianggap sebagai teroris karena keterkaitan mereka dengan gerilyawan Kurdi yang melancarkan pemberontakan di Turki.
Erdogan kemudian menyetujui perjanjian terpisah dengan Moskow, yang juga menyerukan YPG untuk menarik setidaknya 30 km (hampir 20 mil) dari perbatasan, tetapi baik Washington maupun Moskow tidak dapat memenuhi kesepakatan.[Devi Lusianawati]




















