Athena, Gontornews — Presiden Yunani Prokopis Pavlopoulos, Senin (23/4), menolak tawaran Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk menukar dua tentara Yunani yang ditahan di Turki dengan tentara Turki yang dicari oleh Ankara karena terlibat kudeta yang gagal tahun 2016.
Pavlopoulos mengesampingkan potensi pertukaran setelah Erdogan pada 21 April mengatakan pemerintahnya akan mempertimbangkan kasus tentara Yunani jika Athena mengekstradisi tentara Turki.
“Pertukaran dua serdadu Yunani yang dipenjara dengan delapan tentara Turki yang berada di Yunani tidak mungkin,” kata Pavlopoulos seperti dikutip hurriyetdailynews.com.
Kedua tentara Yunani itu dituduh melakukan spionase di Turki setelah melintasi perbatasan pada 2 Maret lalu. Mereka mengklaim telah tersesat karena kabut.
Delapan tentara Turki meninggalkan negara asal mereka menuju ke Yunani setelah kudeta yang gagal tahun 2016.
Mahkamah Agung Yunani telah memutuskan bahwa kedelapan tentara itu tidak akan diekstradisi, meskipun ada tuntutan Turki agar mereka diadili di Turki. Namun para tersangka membantah terlibat dalam kudeta itu.
Erdogan pada 22 April mengatakan, pemerintahnya akan mempertimbangkan kasus dua tentara Yunani yang dipenjara di Turki jika Athena mengekstradisi para tentara yang diduga melakukan kudeta gagal tahun 2016.
“Mereka [Yunani] meminta kami untuk mengembalikan tentara Yunani dan kami telah memberi tahu mereka ‘jika Anda membuat permintaan seperti itu, Anda harus terlebih dahulu memberi kami tentara Organisasi Teroris Fethullahist [FETÖ] yang terlibat dalam kudeta terhadap negara kami,'” kata Erdogan.
“Jika mereka diserahkan kepada kami, kami akan mempertimbangkan untuk menyerahkan tentara Yunani,” katanya. [Rusdiono Mukri]






















