Ponorogo, Gontornews – Pengurus Pusat Forum Bisnis (Forbis) Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor meluncurkan press release terkait dengan program-program kepengurusan Forbis periode 2019-2024. Rilis pada hari Jumat, 11 November 2022, itu memuat tiga hal.
Pertama, sesuai dengan Amanat Rakornas Forbis 28-29 Oktober 2022 di Gontor, ada dua Program Prioritas yang akan dioptimalkan dalam dua tahun sisa kepengurusan Forbis 2019-2024. Program Prioritas pertama yakni Program “100 Brand Produk Unggulan Menjelang 1 Abad Gontor”. Program Prioritas kedua yaitu Program “Forbis Institute”. “Adapun program lainnya tetap dijalankan sesuai situasi dan kondisi,” ujar Ketua Umum Forbis IKPM Gontor Ustadz Agus Maulana.
Untuk menjalankan program tersebut, telah dibentuk tim dengan supervisi dari jajaran ketua dengan dibekali Surat Tugas dari Ketua Umum Forbis IKPM Gontor. Tim “100 Brand Produk Unggulan” di antaranya Ust Sefi Khirijil Yaman, Ust Yaasir Faiq, Ust Rozak Wijaya Azis , Ust M Abdau Zaki, Ust Mikael, dan Ust Wawan Wasugi.
Sementara tim “Forbis Institute” terdiri dari Ust Anas Asrofi, Ust Fajrul Aryadi, Ust Awaluddin Faj, Ustz Elok Nugrahini Ningtyas, Ust Mikael, dan Ust Wawan Wasugi.
Kedua, seluruh informasi terkait kegiatan dan program serta update-nya, akan dipusatkan di website resmi forbis.id dan media sosial lainnya. Maka, pada dua tahun ke depan, bidang publikasi akan melakukan penyempurnaan informasi di website terkait Profil Organisasi, Struktur Pengurus Pusat dan Cabang, AD ART, Informasi Keanggotaan yang meliputi ketentuan dan registrasi keanggotaan, daftar bisnis anggota dan beritanya, serta peta lokasi usaha anggota.
Selain itu, juga terkait Program-program Kegiatan Forbis, Informasi Forbis Cabang, ketentuan pembentukan serta data dan berita kegiatannya. Kegiatan Forbis Institute yang meliputi Informasi, jadwal, berita dan resume terkait pelatihan, baik tematik, kisah sukses maupun kurikulum kewirausahaan yang diadakan oleh Forbis Institute.
“Semua hal di atas akan di-share melalui medsos seperti Instagram, FB dan Youtube Forbis. Adapun Group WA merupakan pintu masuk dan komunikasi yang sifatnya mendasar,” terang Ust Agus Maulana.
Ketiga, sebagai organisasi yang baru, Forbis perlu diperkuat dasar-dasar organisasinya agar semakin tertata dengan baik ke depan. “Tentunya dengan tetap memegang teguh khittah-nya yaitu Forbis dibentuk untuk kepentingan pondok, sebagaimana IKPM dibentuk untuk kepentingan pondok,” lanjut Ust Agus Maulana.
Karena itu, semua program dan kegiatan yang dilaksanakan tetap mengacu pada tujuan, visi dan misi Forbis sebagaimana tertera dalam AD ART Forbis.[]


















