Ngawi, Gontornews — Salah satu cara agar santri memiliki jiwa kepemimpinan yaitu dengan memberikan amanah sebagai ketua asrama/rayon. Hal ini disampaikan oleh Al-Ustadz Muhammad Alwi Yusron selaku wakil pengasuh di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri kampus 2.
“Amanah sebagai Ketua rayon yang merupakan tangan kanan pengasuh pondok memiliki peran dan tanggung jawab yang sangat penting dalam memimpin, mengatur, mengontrol, mengorganisir jalannya peraturan pondok bersama dengan pengurus rayon lainnya,” terang Ustadz Alwi.
Pengasuh Gontor Putri 2 menekankan bahwa ketua rayon dan para rekannya, disamping harus memiliki jiwa kepemimpinan, juga harus memiliki jiwa keibuan yang baik dalam mengondisikan perannya sebagai pengurus organisasi rayon dan tidak lepas dari peran primernya yaitu sebagai santri di pondok yang harus belajar.
“Kalian adalah seorang ibu, seorang ibu identik hubungannya dengan membimbing, mengayomi dan mengasuh. Maka bekal kalian yang paling berpengaruh di masa depan salah satunya yaitu ketika kalian para santri berada di kelas lima,” tambahnya.
Acara pemilihan ini dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang yang pertama dilaksanakan pada hari Kamis (27/5) bagi santri lama dan gelombang kedua dilaksanakan pada hari Sabtu (5/6) bagi santri baru. Pemilihan ini dilaksanakan di depan asrama santri masing-masing.
“Setiap anggota rayon memilih dua kandidat calon ketua rayon dari kelas 5, tidak hanya anggota rayon saja, tetapi kelas 5 dan para pembimbing rayon juga ikut serta berpartisipasi dalam pemilihan calon ketua rayon,” terang Ustazah Nisrina selaku Guru Pembimbing di Gontor Putri 2.
Setelah selesai memilih maka dilakukanlah penghitungan bersama yang disaksikan oleh seluruh anggota rayon dan para pembimbing. Di gontor, hasil pilihan suara terbanyak tidak serta merta diterima, setelah mendapat nilai suara terbanyak, maka hasil akan ditentukan dengan musyawarah oleh para pembimbing rayon agar mendapat hasil akhir yang baik dalam pemilihan tersebut. Dari sini nilai demokrasi terpimpin diwujudkan.
“Pada dasarnya menjadi pengurus rayon adalah pondasi bagi santriwati kelas lima untuk menjadi seorang ibu. Karena seorang ibu harus berdiri sebagai uswah hasanah bagi anak-anaknya, sama halnya ketua rayon yang harus membimbing segala aktivitas yang ada di rayon. Selain membimbing para anggota, peran ketua rayon sangat dibutuhkan untuk mejadi pengingat bagi kawan sesama pengurus,” tambah Ustazah Nisrina.




















