Bondowoso, Gontornews — Aksi Cepat Tanggap (ACT) membantu memulihkan korban banjir bandang di Bondowoso. Banjir kali ini menghancurkan ratusan rumah warga khususnya di dua Desa Sempol dan Kalisat, Kecamatan Ijen.
Hal ini berdasarkan data yang dihimpun tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) di lokasi, terdapat 210 rumah di Sempol dan 106 rumah di Kalisat yang mengalami kerusakan, puluhan di antaranya rusak parah. Selain bangunan, sebanyak 369 keluarga dari dua desa terdampak banjir bandang.
Husen dari tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bondowoso mengatakan, saat ini sebagian warga telah kembali ke rumahnya masing-masing dan mengadakan pembersihan dari material lumpur dan memperbaiki rumah yang mengalami kerusakan.
“Warga mulai coba untuk memperbaiki rumah mereka yang rusak walau dengan dana yang terbatas,” kata Husen dilansir dari laman actnews. Senin (16/3).
Senin pagi, relawan MRI dibagi menjadi dua tim dan bergerak ke dua desa tersebut. Di sana, relawan akan kembali melakukan asesmen serta membantu warga membersihkan rumah mereka. Berdasarkan laporan actnews, Husen mengatakan, dirinya sedang berada di salah satu langgar di Kalisat yang mengalami tembok jebol. “Warga kini sedang melalukan kerja bakti,” imbuhnya.
ACT bersama relawan MRI telah membuka posko bencana banjir bandang Bondowoso di Desa Sempol, Kebun Kalisat Jampit (depan Kantor Afdeling Sempol). Posko ini menjadi tempat relawan berkumpul serta gudang logistik bantuan.
Banjir bandang yang menerjang Bondowoso pertengahan Maret ini diduga akibat gundulnya hutan di area Pegunungan Ijen. Kebakaran beberapa bulan lalu juga menambah buruk keadaan kawasan hutan dan memancing terjadinya bencana. Saat ini, warga meminta pihak desa untuk merelokasi permukiman mereka karena khawatir bencana banjir bandang menjadi bencana rutin. []


















