Nairobi, Gontornews — Pihak berwenang Kenya telah menuntut 54 orang, termasuk lusinan pegawai negeri, sebagai bagian dari penyelidikan korupsi puluhan juta dolar dana publik.
Direktur Penuntut Umum Noordin Mohamed Harji mengatakan pada konferensi pers pada hari Senin (28/5), 40 pejabat publik dan 14 individu sektor swasta akan diselidiki atas keterlibatan mereka dalam dugaan pencurian 8 miliar shillings Kenya (US$ 78 juta) dari National Youth Service (NYS) negara itu.
NYS adalah organisasi paramiliter yang dihuni oleh sukarelawan yang menerima tunjangan pemerintah saat menjalani pelatihan teknis dan membantu proyek-proyek pemerintah.
Polisi telah menangkap 20 dari orang-orang yang dituduh – termasuk Direktur Jenderal NYS Richard Ndubai dan Sekretaris Kepala Pelayanan Umum dan Pemuda Lilian Omollo. Sementara yang lain diminta segera menyerahkan diri ke pihak berwenang.
Tuduhan termasuk penyalahgunaan kantor, mencuri dana publik dan pemalsuan.
Dana itu diduga dijarah melalui pembuatan tagihan fiktif dan beberapa pembayaran dilakukan pada satu faktur.
“Investigasi mengungkapkan bahwa tidak ada pengadaan apa pun,” kata Harji kepada wartawan sebagaimana dikutip Aljazeera.
Tahap kedua penyelidikan akan menyelidi perusahaan dan bank yang terlibat dalam transaksi. Untuk itu empat jaksa sudah ditetapkan untuk membantu penyelidikan.
Presiden Kenya Uhuru Kenyatta berjanji untuk menindak orang-orang yang terlibat dalam jaring korupsi.
“Kami tidak akan menolerir orang yang tidak etis. Orang yang bertanggung jawab harus siap untuk melayani dan tidak untuk dilayani,” kata Kenyatta. [Rusdiono Mukri]






















