Kabul, Gontornews — Badai salju di Afghanistan menewaskan setidaknya 17 orang, Sabtu (11/1). Seorang pejabat Afghanistan menjelaskan bahwa salju lebat dan hujan terus menghantam sejumlah negara bagian di Afghanistan.
Afghanistan sendiri tidak asing dengan cuaca dingin ekstrem. Akibat cuaca ini, pertikaian yang terjadi di Afghanistan terpaksa dihentikan. Akan tetapi, Departemen Meteorologi Afghanistan menjelaskan bahwa cuaca dingin kali ini sangat ekstrem.
“Kami tidak mengharapkan gelombang dingin terburuk yang terjadi di negara ini,” ungkap juru bicara tim Penanggulangan Bencana Alam Afghanistan, Tamim Azimi.
“Kami telah menerima laporan bahwa hujan salju lebat telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Tetapi, saat ini kami tidak memiliki informasi pasti terkait jumlah korban jiwa,” tambah Tamim sebagaimana dilansir Reuters.
Laporan terbaru mengabarkan bahwa jumlah korban yang tewas akibat cuaca dingin di Afghanistan mencapai 24 orang.
Provinsi Herat di Afghanistan menjadi daerah dengan dampak terburuk akibat cuaca dingin ekstrem. Di wilayah tersebut, salju tebal menyebabkan dua atap rumah runtuh, menewaskan delapan orang termasuk wanita dan anak-anak.
“Sekarang, kami akan merasakan lebih banyak gelombang dingin dalam beberapa minggu mendatang,” ungkap Kepala Prakiraan Cuaca Departemen Meteorologi Afghanistan, Mohammad Nasim Muradi.
Sebelumnya, PBB memperkirakan setidaknya sembilan juta warga Afghanistan membutuhkan bantuan kemanusiaan, seperti makanan pokok dan perumahan, akibat perang berkepanjangan yang terjadi di negara yang berbatasan langsung dengan Pakistan tersebut. [Mohamad Deny Irawan]






















