Doha, Gontornews — Rabu (1/8), pihak berwenang di kementerian urusan agama Qatar membantah tuduhan, pihaknya mencegah warga Qatar melakukan ibadah haji tahun ini.
Kantor berita resmi Qatar, QNA, menyebutkan kementerian itu menyesalkan penggunaan ibadah haji – yang merupakan salah satu dari lima rukun Islam – untuk tujuan politik.
Kementerian itu mengatakan, pihaknya telah melakukan kontak dengan pihak berwenang Saudi untuk menghilangkan semua hambatan bagi warga negara Qatar untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini.
Gubernur Mekkah mengatakan pada hari Rabu bahwa jamaah haji Qatar belum tiba.
“Tidak ada peziarah dari Qatar yang tiba hingga hari ini,” kata Gubernur Khalid bin Faisal Al Saud seperti dikutip Aljazeera.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain memberlakukan blokade darat, laut, dan udara di Qatar pada bulan Juni 2017. Warga Qatar kemudian diberi waktu 14 hari untuk meninggalkan Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain.
Selain Mesir, ketiga negara Teluk itu menuduh Qatar mendukung terorisme dan mendestabilisasi kawasan itu, tuduhan yang secara konsisten ditolak oleh Doha. [Rusdiono Mukri]





















