Doha, Gontornews — Qatar tidak pernah mendukung Jabhat Fateh al-Sham, kelompok Suriah yang sebelumnya dikenal sebagai Front Nusra, atau “kelompok teroris” lainnya. Demikian Kata Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani.
Dalam sebuah wawancara dengan France 24 Arabic, Kamis (22/6), ia mengatakan Qatar selalu “mematuhi undang-undang internasional” dan memainkan peran kunci dalam koalisi internasional memerangi ISIS.
“Qatar tidak mendukung Front Nusra di Suriah … dan tidak mendukung organisasi teroris manapun,” katanya.
Menteri Luar Negeri menambahkan, dia berharap menerima daftar tuntutan dari Arab Saudi dan UEA dalam dua hari ke depan, namun menekankan bahwa Qatar tidak akan menerima “tuduhan dari pihak asing” dan “menolak membahas masalah yang terkait dengan saluran Aljazeera karena itu merupakan urusan dalam negeri Qatar”.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dan memotong hubungan antara laut dan udara dengan Qatar pada 5 Juni, dan menuduhnya mendukung “terorisme”,Β sebuah tuduhan yang dibantah keras oleh Qatar.
Keempat negara tersebut juga mengeluarkan daftar 59 orang dan 12 kelompok yang memiliki hubungan dengan Qatar, menuduh mereka memiliki hubungan dengan “terorisme”.
Daftar tersebut mencakup beberapa badan amal Qatar terkemuka yang membantu kemanusiaan di Timur Tengah dan di tempat lain, termasuk di Suriah, Yaman, Sudan dan Palestina.
UEA mengatakan pekan ini bahwa βsanksiβ pemutusan hubungan diplomatik itu dapat berlangsung bertahun-tahun kecuali Doha menerima tuntutan yang akan disampaikan dalam beberapa hari mendatang. [Rusdiono Mukri]





















