15
Tonton Selengkapnya
31 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 4 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home News Dunia

Raih Kategori 1 FAA: Peluang Indonesia Jadi Anggota Dewan ICAO Terbuka Lebar

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
18 August 2016
in Dunia
0

Jakarta, Gontornews – Otoritas penerbangan Amerika Serikat (FAA) telah memberikan status atau rating Kategori 1 untuk penerbangan Indonesia. Rating ini patut disyukuri karena merupakan hasil kerja keras selama lebih dari sembilan tahun. “Ini harus disyukuri sebagai prestasi yang baik dari teman-teman perhubungan khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Udara,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo mengatakan, keberhasilan meraih Kategori 1 ini merupakan hasil kerja keras semua pihak. Tidak hanya Kementerian Perhubungan. “Ini menjadi hadiah ulang tahun Indonesia yang ke-71,” kata Suprasetyo di Jakarta, Senin(158).

Ia menyambut gembira raihan ini. Sebab, dengan mengantongi rating Kategori 1, seluruh maskapai penerbangan di Indonesia dapat terbang ke AS. Karena itulah Suprasetyo meminta semua maskapai mempersiapkan diri untuk mengajukan izin kepada otoritas penerbangan sipil AS demi dapat melayani penerbangan dari Indonesia ke AS dan sebaliknya.

Tak hanya bisa melayani penerbangan ke AS, dengan rating ini, maskapai penerbangan Indonesia dapat melayani penerbangan ke negara-negara lain yang selama ini menggunakan standar FAA.

BACA JUGA

Bersyukur atas Pembebasan WNI dan Aktivis Lain dari Penculikan Israel, HNW Apresiasi Kemlu RI dan Dorong Dunia Internasional Jatuhkan Sanksi kepada Israel

Melalui BAZNAS Masyarakat Indonesia Bangun Kampung Cahaya Zakat di Palestina

Tolak Keras Zionis yang Kembali Provokasi dan Serbu Masjid Al Aqsha, HNW: OKI dan Otoritas Palestina Wajib Bergerak Selamatkan Masjid Al Aqsha

Fasilitasi Penyaluran Kurban, ANGKASA Malaysia Apresiasi BAZNAS

Partisipasi Sakinah Finance Research Institute dalam Konferensi IEFB 2026 Pakistan

Seperti diketahui, sejak tahun 2007, Indonesia hanya masuk Kategori 2 FAA yang mengakibatkan maskapai Indonesia tidak bisa melayani penerbangan ke AS dan negara-nagara lain yang menggunakan standar FAA.

Utusan khusus Indonesia untuk ICAO (International Civil Aviation Organization), Prof Dr Indroyono Soesilo menyebutkan, dalam hal keamanan penerbangan, skor ICAO Indonesia sebelum memperoleh Kategori 1 sudah mencapai 94,5. Sedangkan skor keselamatan masih 51. “Skor keamanan kita sudah bagus. Kita tinggal tingkatkan skor keselamatan,” ujarnya kepada Gontornews.com, Rabu (17/8).

Indroyono menambahkan, sebenarnya Indonesia sudah siap untuk diaudit demi mencapai skor minimal 60. Tapi, “Auditor ICAO-nya yang tidak siap,” paparnya.

Namun, lanjut Indroyono, kalau FAA sudah memberikan rating Kategori 1, tentunya skor keselamatan penerbangan Indonesia tidak mungkin di bawah 60. “Insya Allah kita menang,” kata Indroyono yang akan maju dalam pemilihan anggota Dewan ICAO September mendatang di Montreal, Kanada.

Seperti diketahui Sidang Umum ICAO ke-39 akan digelar pada 27 September – 7 Oktober 2016 di Montreal. Indonesia yang akan diwakili oleh Indroyono Soesilo, mantan Menko Maritim dan Sumberdaya, akan ikut ambil bagian dalam pemilihan anggota Dewan ICAO demi mengembalikan reputasi penerbangan Indonesia dan menjaga kepentingan Indonesia. “Dengan menjadi anggota Dewan ICAO, Indonesia bisa mewarnai kebijakan penerbangan internasional dan mengambil manfaat dari kedudukan itu,” papar Idroyono kepada Gontornews.com.

Selama ini, seperti ditulis Majalah Sains Indonesia edisi Desember 2015, peran Indonesia dalam penerbangan internasonal belum signifikan. Padahal volume atau frekuensi penerbangan Indonesia sangat besar dan sangat berpengaruh dalam penerbangan sipil tingkat dunia. Lihat saja angka-angka atau fakta-fakta berikut ini:

Pertama, penerbangan sipil Indonesia menguasai 277 jalur penerbangan dalam negeri. Menghubungkan 116 kota di seluruh Indonesia. Menguasai 129 jalur penerbangan internasional yang menghubungkan 51 kota di 27 negara.

Kedua, jalur-jalur penerbangan di atas dilayani oleh  237 bandara yang tersebar di Indonesia. Sebanyak 27 di antaranya berstatus bandara internasional.

Ketiga, jumlah penumpang di Bandara Soekarno-Hatta menduduki peringkat ke-12 dunia (57 juta penumpang per tahun). Di Asia, hanya ada dua bandara yang mengungguli Bandara Soekarno-Hatta, yaitu Bandara Beijing (peringkat kedua, 86 juta) dan Bandara Hongkong (peringkat ke-10,  63 juta).

Keempat, dalam hal jumlah penumpang pesawat udara, Indonesia ada di peringkat delapan dunia dengan jumlah penumpang 94 juta orang  per tahun. Peringkat satu diduduki AS dengan 762 juta penumpang per tahun.

Kelima, jumlah pesawat dengan registrasi Indonesia (PK) berjumlah 1.142 dan diproyeksikan menjadi 1.560 pesawat pada tahun 2019.  Hal ini tentu saja rezeki bagi pabrikan-pabrikan pesawat kelas dunia seperti Boeing dan Airbus yang kebanjiran order dari maskapai-maskapai penerbangan Indonesia.

Melihat data-data di atas sangat layak jika Indonesia kembali menjadi anggota Dewan ICAO sebagaimana pernah dialaminya pada periode 1962 sampai 2001.

Karena itulah status Kategori 1 berdasarkan pada penilaian FAA bulan Maret 2016 sebagaimana disebutkan dalam rilis FAA, Senin (15/8), bisa menjadi ‘senjata’ Indonesia untuk memenangkan pemilihan anggota Dewan ICAO yang akan dilaksanakan bulan depan di Kanada. Sebab, Kategori 1 berarti penerbangan sipil di Indonesia sudah sesuai dengan standar ICAO. Tentu saja hal ini makin menambah kepercayaan dunia penerbangan internasional terhadap Indonesia. Dan itu bisa dimanfaatkan untuk mengumpulkan suara pada pemilihan nanti.

Sebuah sumber Gontornews.com menyebutkan, dalam hitungan kasar, Indonesia akan mampu mengumpulkan minimal 114 suara atau bahkan 125 agar dengan aman melenggang menjadi anggota Dewan ICAO. “Saat ini sudah ada 85 negara yang fixed mendukung Indonesia, dan 49 negara lainnya masih mempertimbangkan,” paparnya.

Indroyono sendiri dalam perbincangan dengan Gontornews.com beberapa waktu lalu menyebutkan, untuk bisa masuk menjadi anggota Dewan ICAO, Indonesia membutuhkan sedikitnya 125 suara. “Saat ini kami sudah memperoleh dukungan 97 negara, jadi kurang 30 suara lagi,” jelasnya.

Indonesia akan bersaing dengan Malaysia untuk memperebutkan kursi di Dewan ICAO. Pemilihan anggota Dewan ICAO ini akan berlangsung saat Sidang Umum ICAO itu.

Indroyono optimis Indonesia bisa mengalahkan Malaysia. Pada pemilihan tiga tahun silam, Indonesia dikalahkan oleh Malaysia. Saat itu Indonesia hanya memperoleh 97 suara. Untuk bisa menjadi anggota Dewan ICAO, Indonesia minimal harus mengumpulkan 125 suara. “Sebanyak 97 suara yang diperoleh pada tahun 2013 harus kita pertahankan, dan kita masih butuh dukungan 30 suara,” lanjut Indroyono.

Melihat track record penerbangan Malaysia yang relatif buruk dalam tiga tahun terakhir ini, seperti hilangnya pesawat MH370 atau jatuhnya pesawat MH17, agaknya peluang Indonesia untuk menyingkirkan Malaysia terbuka lebar.

Namun demikian, yang lebih penting adalah mempertahankan rating Kategori 1 yang sudah berhasil diraih dengan susah payah. Bagaimana agar semua pihak mempunyai komitmen untuk mempertahankan raihan ini, bahkan meningkatkan skor keamanan dan keselamatan penerbangan Indonesia.

Tak berlebihan kiranya jika Suprasetyo mengingatkan agar semua pihak berkomitmen untuk menjaga konsistensi dan tidak lengah agar peringkat Indonesia tidak turun lagi seperti yang pernah dialami tahun 2007 silam.

Untuk itulah diperlukan dukungan semua pihak, baik regulator, operator, pihak-pihak terkait lain seperti pengelola bandara, maupun segenap masyarakat Indonesia. Inilah tugas berat kita: Menjaga momentum untuk mempertahankan standar internasional penerbangan yang telah kita raih demi meraih kursi anggota Dewan ICAO.  [Rusdiono Mukri]

Tags: FAAICAOIndroyono Soesilo
Share14Tweet9Send
Previous Post

Dibantu Muslim, Filipina Rebut Bunker Abu Sayyaf

Next Post

Tsani Lizziah Finalis Dai Muda ANTV

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

29 May 2026
Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

29 May 2026
Mendidik Manusia, Bukan Mesin

Mendidik Manusia, Bukan Mesin

28 May 2026
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

29 May 2026
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

0
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

0
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

0
Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

0
Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

0
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

4 June 2026
Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

1 June 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

1 June 2026
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

1 June 2026
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result