Zamboanga City, Gontornews–Pasukan pemerintah Filipina menangkap dan mengamankan dua markas Abu Sayyaf di Basilan, Filipina setelah dilakukan operasi militer dan pertempuran, kata para pejabat militer setempat. Jatuhnya benteng Abu Sayyaf ini menandakan semakin terdesaknya kekompok tersebut.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Komando Mindanao Barat (Westmincom) Maj Filemon Tan Jr seperti dikutip dari philstar (17/8) mengatakan, kubu Abu Sayyaf ditangkap di Hill 355. Selain itu tentara juga mengamankan bunker, terowongan dan lubang perlindungan yang dijadikan markas Abu Sayyaf. Kamp tersebut diperkirakan bisa menampung hampir 200 pejuang yang dilengkapi dapur dan pos.
Selain itu, tentara 4 Pasukan Khusus Batalyon, yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Andrew Bacala juga menemukan dua alat peledak improvisasi dari Abu Sayyaf. Alat peledak jenis IED tersebut sengaja dipasang untuk menjebak pasukan pemerintah.
Tan mengatakan, sebelumnya, operasi militer di daerah kota Tipo-Tipo menyebabkan meninggalnya 45 anggota Abu Sayyaf dan beberapa anggota lainnya terluka. Pasukan di bawah Joint Task Force Basilan juga menyita sebuah kamp Abu Sayyaf di Bukit 440, atau Kawilan Hill, di Barangay Baguindan Proper pada hari Minggu (14/8).
Pasukan telah menetapkan posisi defensif di kamp tersebut untuk mencegah Abu Sayyaf datang kembali. “Tempat ini dijadikan Medan penting Abu Sayyaf untuk mengintimidasi masyarakat sekitar,” kata Tan.
Keberhasilan operasi ini, menurut Tan atas partisipasi satuan pemerintah daerah Wilayah Otonomi Muslim Mindanao (ARMM) Gubernur Daerah Mujiv Hataman. Kepadanya, Dia juga menyampaikan ucapan terima kasih.
“Operasi pasukan ‘menjadi lebih efektif dengan dukungan kuat dari unit pemerintah daerah,” kata Tan.
Dia mengatakan, pasukan serangan gabungan dari Pasukan Khusus, unit kontraterorisme elit, armor ringan dan artileri berhasil memaksa Abu Sayyaf untuk meninggalkan markas mereka. Pendudukan markas tersebut cukup berarti bagi penduduk Baguindan, Tipo-Tipo dan Bohe Piang kota Al-Barka, yang selama ini terlantar akibat operasi militer. [Ahmad Muhajir]



















