Ramallah, Gontornews–Departemen Pendidikan Pemuda dan Olahraga Republik Ceko akan menghentikan penggunaan buku sekolah yang isinya menerangkan bahwa Jerussalem sebagai ibukota Israel. Rencana ini dijelaskan melalui Kedutaan Besar Otoritas Palestina di Praha, ibukota Republik Ceko.
Duta Besar Palestina untuk Republik Ceko Khalid al-Atrash dalam pernyataannya, seperti dilansir dari laman maanews (18/8) menegaskan bahwa buku pelajaran yang digunakan di sekolah-sekolah di negara itu sejak 2011 tak akan digunakan lagi. Ia menambahkan, bahwa buku tersebut tidak akan beredar lagi pada tahun 2017.
Keputusan itu dibuat setelah kedutaan Palestina menghubungi menteri Ceko dan meminta agar mereka mengubah buku pelajaran. Langkah ini juga menandai tantangan besar untuk upaya Israel untuk secara sepihak mendeklarasikan wilayah Jerussalem sebagai ibukota Israel.
Keputusan tersebut juga merujuk pada kerangka kerja internasional untuk solusi dua-negara dalam konflik Palestina-Israel, bahwa wilayah Jerussalem Timur diakui secara internasional sebagai ibukota negara Palestina dan merupakan bagian integral dari wilayah Palestina.
Namun, meskipun konsensus internasional telah dibuat, Israel terus membuat upaya sepihak dengan memperluas pemukiman ilegal Israel di wilayah Palestina yaitu di Jerussalem. Tindakan Israel ini dinilai sebagai bentuk penyalahan hukum internasional untuk mengubah fakta di lapangan bahwa Israel menguasai wilayah itu, dan mencegah adanya negara Palestina.
Untuk diketahui, Republik Ceko adalah sebuah negara di Eropa Tengah yang terbentuk setelah bubarnya negara Cekoslowakia. Negara ini berbatasan dengan Jerman di sebelah barat dan utara, dengan Polandia di sebelah utara, dengan Slowakia di sebelah tenggara dan dengan Austria di sebelah selatan.
Ceko juga termasuk dari beberapa negara di Eropa yang secara resmi menyatakan pengakuannya atas negara Palestina. [Ahmad Muhajir]



















