Samboanga City, Gontornews–Seorang WNI yang disandera oleh Kelompok Abu Sayyaf di perairan Filipina kabur dari penyanderaan. WNI tersebut bernama Muhammad Sofyan, yang merupakan ABK TB Charles. Sofyan disandera Abu Sayyaf bersama enam belas warga asing lainnya, termasuk sembilan warga Indonesia, sejak bulan Juni lalu.
Juru bicara militer regional Filipina Maj Filemon Tan membenarkan hal tersebut. Menurutnya, pelaut Indonesia tersebut lolos dari penculik Abu Sayyaf pada Rabu (17/8) setelah mereka mengancam akan memenggal kepalanya.
Muhammad Sayfan ditemukan terapung dan terjebak di jala di sepanjang garis pantai di daerah mangrove provinsi Sulu. Warga setempat yang menemukan dia kemudian diselamatkan, demikian dikutip dari manilabulletin pada (17/8).
Soyfan adalah salah satu dari 10 WNI yang terancam dieksekusi oleh Abu Sayyaf setelah batas akhir waktu tebusan pada (15/8) tak kunjung diberikan. Tan mengatakan, selain Indonesia ada lima warga Malaysia, satu Norwegia, seorang Belanda, dan sedikitnya lima sandera Filipina masih di tangan Abu Sayyaf.
Sementara itu, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia & Bantuan Hukum Indonesia (PWNI & BHI) Kemlu Lalu Muhammad Iqbal dalam siaran persnya juga membenarkan adanya 1 WNI yang terbebas dari sanderaan Abu Sayyaf.
“Pukul 13.00 hari ini (17/8) Menlu RI sudah berkomunikasi dengan Menlu Filipina dan memperoleh konfirmasi mengenai bebasnya 1 orang sandera tersebut. Saat ini Muhammad Sofyan sudah berada di tangan Kepolisian Sulu,” ujarnya.
Saat ini, lanjurnya, tim dari KBRI Manila dan KJRI Davao sedang menuju ke Zambonga City untuk menangani proses selanjutnya dari Muhammad Sofyan. “Memastikan juga kondisi dari yang bersangkutan,” ucap Iqbal.
Untuk diketahui, sejak bulan Mei lalu, tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Filipina sepakat untuk melakukan patroli terkoordinasi dan menyoroti keamanan di Laut Sulawesi yang berbatasan dengan Malaysia, Indonesia dan Filipina.
Berbagai upaya teus dilakuan untuk menekan kelompok Abu Sayyaf yang memiliki lebih dari 400 pejuang bersenjata. Abu Sayyaf masuk dalam data organisasi teroris oleh pemerintah Filipina juga Amerika. [Ahmad Muhajir/DJ]




















