Jakarta, Gontornews — Satu dari 12 perguruan tinggi Muhammadiyah se-Indonesia yang ditunjuk untuk menggelar seminar pramuktamar Muhammadiyah ialah Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Seminar yang digelar secara hybrid di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMJ, Rabu (16/03/22), ini mengambil tema ‘Rekonstruksi Sistem Ketatanegaraan Indonesia’.”
Resmi dibuka oleh Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed., selaku Sekretaris Umum PP Muhammadiyah dalam sambutannya, menjelaskan, seminar ini sebagai bagian dari upaya bagaimana mendapatkan masukan dan gagasan besar dalam rangka penyusunan muktamar dan kepentingan lebih luas yaitu memberikan sumbangan bagi keindonesiaan dan keumatan.
Menurutnya, Muhammadiyah melihat adanya gejala pada sistem ketatanegaraan. “Muhammadiyah menjadi bagian dari bangsa Indonesia yang fokus terhadap isu tersebut dan menjadikan Amal Usaha Muhammadiyah sebagai strategik partner dakwah,” kata Mu’ti, dikutip dari laman UMJ, Sabtu (19/03/2022).
Rektor UMJ, Dr. Ma’mun Murod, M.Si. dalam sambutan pembukaan seminar menjelaskan, tema yang diusung kali ini merupakan tema yang sangat kontekstual dengan Indonesia terkini. Menurutnya, merekonstruksi berarti konstruksi saat ini dinilai sudah gagal, maka harus ada pembangunan kembali sistem yang ada di Indonesia saat ini. Dari seminar ini Rektor UMJ berharap banyak masukan tawaran rekonstruksi sistem dan rangkaian pra muktamar ini harus menjadi buku.
Seminar Pra-Muktamar Muhammadiyah telah membahas banyak kondisi Indonesia terkini. Prof. Dr. Jimly Ash-Shiddiqie misalnya, mengatakan, bernegara adalah kegiatan dalam membuat keputusan bukan wacana yang hanya retorika yang mendisrupsi. “Harusnya kita mengambil jarak lebih jauh untuk melihat secara keseluruhan dan melakukan evaluasi,” jelasnya.
Menurutnya perlu ada rekonstruksi ketatanegaraan. Pelembagaan politik di negara ini harus dimodernisasi. Sekarang budayanya masih feodal, tergantung pada figure. Maka yang harus dilakukan penguatan sistem leadership bukan figur.[]


















