Tangerang, Gontornews — Pesantren Daarul Ijabah Jambe, Kabupaten Tangerang, Banten, menggelar acara Public Speaking Training For Student bertema “Be a Good Speaker, For A Better Future” bersama Motivator, Trainer Pendidikan, dan Konsultan Program Sekolah, Ustadz Awaluddin Faj, M.Pd.I.
Ketua panitia kegiatan Public Speaking For Student, Ustadz Ahmad Lutfi, mengatakan kegiatan ini bertujuan memberi keterampilan berkomunikasi di depan publik kepada santri. Harapannya ke depan santri yang telah mengikuti kegiatan public speaking akan menjadikan pelatihan ini sebagai modal awal untuk terjun ke masyarakat yang sesungguhnya.
“Jika keberanian dan kemampuan yang dijalankan melalui kegiatan pelatihan ini dikembangkan dengan baik dan berkelanjutan para santri dapat mewujudkan Islam rahmatan lil alamin yakni Islam sebagai sumber kasih bagi seluruh alam semesta yang tentunya menebar kedamaian,” ujarnya.
Menurut Ustadz Ahmad Luthfi, kemampuan berbicara di depan publik tidak dimiliki oleh setiap orang, dikarenakan kemampuan ini berkaitan dengan citra pribadi yang seringkali kemampuan public speaking hanya dimiliki oleh seorang pemimpin.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Alhamdulillah program ini dapat terlaksana di pondok pesantren sehingga santri di sini dapat belajar, berlatih, dan membiasakan diri untuk tampil berbicara di depan publik mempersiapkan dirinya menjadi pemimpin di masa yang akan datang,” ungkapnya.
“Tema yang diambil oleh pembicara ‘Be a Good Speaker, For A Better Future’ sangat pas untuk para santri dan santriwati di sini, apalagi pembawaannya sangat energik, menginspirasi dan memberikan semangat kepada para santri dan santriwati di sini,” tambah Ustadz Ahmad Luthfi.
Sementara itu, Rizki Aditya Pramata, salah satu peserta kegiatan public speaking, mengaku senang banyak mendapatkan ilmu, memperoleh wawasan tentang public speaking, tips tidak grogi di depan, cara mencairkan suasana di depan orang banyak, mengenal audience dan cara menyusun naskah yang bagus dalam public speaking.
Sedangkan rekannya, Aulia Putri, mengatakan kegiatan ini sangat menginspirasi. “Bawaannya seru, tidak membuat ngantuk, tidak bosenin. Semoga ilmu yang diberikan bisa terus kita amalkan agar bisa menjadi pembicara yang baik, Aamiiin,” ujarnya.
Kegiatan public speaking ini bukan hanya teori semata, tapi langsung praktik sehingga para santri mendapatkan gambaran langsung. Acara diselingi ice breaking untuk penyemangat.
“Banyak pemimpin terkenal di dunia yang memilki kemampuan public speaking yang luar biasa dan diakui di seluruh dunia, dan sudah saatnya para santri dan santriwati juga jago bicara di depan publik, karena pesantren difasilitasi untuk latihan berpidato tiga bahasa yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Arab. Ini semua merupakan kunci dan peluang untuk berlatih agar para santri dan santriwati jago bicara di depan public,” papar Ustadz Awaluddin Faj.[]






















