Ponorogo, Gontornews – Acara peringatan 100 tahun usia Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) pada Rabu 27 September 2023 akan diawali dengan sujud syukur berjamaah. Sehari sebelum digelarnya Sujud Syukur Peringatan 100 Tahun Gontor sejumlah acara pun digelar di PMDG Ponorogo Jawa Timur. Salah satunya silaturahmi Peserta Sujud Syukur Peringatan 100 Tahun Gontor dengan Pimpinan PMDG di Aula Rabithah, pada Selasa, 26 September 2023.
Di depan ratusan undangan alumni Gontor, Ketua Panitia Peringatan 100 tahun PMDG, Prof Dr Hamid Fahmi Zarkasyi, MA.Ed., M.Phil, menjelaskan peringatan 100 tahun berlangsung dalam tempo yang cukup lama karena ada perbedaan antara HijriYah dan Masehi. Maka, pembukaan peringatan 100 tahun ikut kalender HijriYah dan penutupan ikut Masehi.
Menurutnya, sesuai hasil sidang Badan Wakaf PMDG selama peringatan 100 tahun yang akan berlangsung hingga tahun 2026 harus ada sebuah legacy yang dipersembahkan dari semua kegiatan tersebut. “Kegiatan 100 tahun Gontor harus ditingkatkan menjadi sebuah komunitas yang bermanfaat buat umat. Kegiatan ini akan dirayakan oleh seluruh pondok cabang, pondok alumni dan pesantren alumninya alumni,” kata Ustadz Hamid.
Ustadz Hamid mengingatkan, setiap kegiatan 100 tahun Gontor yang digelar oleh alumni lewat IKPM cabang harus sesuai dengan nilai-nilai kepondokmodernan, yang ada hubungannya dengan manfaat bagi masyarakat. “Nilai yang penting dalam pondok ini adalah sistem wakaf, pondok ini diwakafkan oleh pendirinya, kita menjadi manusia-manusia wakaf dan kita harus membiasakan wakaf. Prinsipnya, Gontor maju bukan karena dibantu tapi dibantu karena maju,” imbuhnya.
Selain itu Ustadz Hamid yang juga Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) juga menyampaikan, semua kegiatan peringatan 100 tahun akan didokumentasikan. “Di UNIDA ada banyak kegiatan yang bersifat legacy seperti percetakan 100 buku karya ilmiah baik alumni maupun bukan alumni. Kita juga akan mendatangkan Maher Zain, kemarin sudah ketemu di Manchester,” katanya.
Sementara itu Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Prof Dr KH Amal Fathullah Zarkasyi, MA, dalam sambutannya meminta agar alumni Gontor yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) agar lebih meningkatkan fungsinya di tengah-tengah masyarakat. “Sebaiknya IKPM ini bukan perkumpulan yang sifatnya nostalgia karena nostalgia tidak ada akhirnya, tapi ditingkatkan lagi lebih fungsional dengan memerankan alumni di bidangnya masing-masing,” kata Kiai Amal.
Lanjut Kiai Amal menceritakan pengalamannya ketika menjadi ketua umum PP IKPM pada tahun 1988. “Pertama kali yang saya omongkan adalah ungkapan Syeikh Hasan Basyuri, menteri wakaf (laysal ma’hadu bibinaihi lakin biabnaihi). Tahun sekian itu belum ada gedung di Gontor yang ada omah gedek dan yang dilihat dari Gontor saat itu peran alumninya,” jelasnya. [Muhammad Khaerul Muttaqien/M Deny Irawan]



















