Jakarta, Gontornews — Berbeda dengan tahun-tahun sebelumjya, reuni aksi 212 dilakukan secara daring melalui webinar dan siaran live streaming Front TV. Habib Rizieq Shihab ikut menyampaikan tausyiah pembuka bersama ratusan ulama dan tokoh di Tanah Air.
Ikut hadir dan berdiskusi dalam Dialog Nasional itu antara lain Habib Rizieq Shihab, Hidayat Nur Wahid, Amin Rais, Buya Yahya, Gatot Nurmantyo, Rocky Gerung, Refli Harun, Chusnul Mariyah, Ichsanuddin Noorsy, Said Didu, Haisak Hasan, Mardani Ali Sera, Habib Ahmad Al Habsy, Yusuf Martak, Slamet Maarif, Habib Muhsin, Fadli Zon, Habib Hanief, dan ratusan tokoh lainnua.
Menurut HRS, aksi 212 dari tahun 2016 hingga 2020 ada spirit persaudaraan ukhuwah basariah. Jangan bicara suku, budaya, agama, kelompok, parpol, ras. Surat Al-Hujurat mengamanahkan ukhuwah basariah menjadi spirit reuni 212.
HRS melanjutkan, dalam aksi itu ada spirit ukhuwah qathoniah. Spirit kebangsaan atau spirit nasionalisme. Ini juga dinyatakan dalam pernyataan cinta Makkah sebagai tanah lahirnya.
Nabi juga cinta Madinah juga Uhud. Termasuk membangun ekonomi. Ada kata hikmah, cinta negeri bagian dari iman. Itu bukan hadis. Secara eksplisit dan inplisit mengajarkan cibta negeri dan tanah airnya.
Yang ketiga ada ukhuwah Islamiyah. Ada dimensi dunia akhirat. Satu bersauafraan diikiat dengan akidah, syariat dalam ukhuwah Islamiayah iti perlu dijaga soal internasinalisme dan nasionalisme. Untuk berkorban dan memajukan bangsa.
Dalam Al-Imran berpegang teuuh padantali Allah, jangan sekali bercerai-berai. Siapa pun wajib berpegang kepada hukum Allah
Merupakam way of life setiap beriman wajb kepada Al-Qur’an dan Sunah Rasul.
Haram berpecah belah. Wajib bersatu dalam iman, islam, akhlak, kebaikan, kebersamaan, ketaatan dan ketakwaa bukan dalam kebohongan, kemaksiatan, kedustaan, khianat dam seterusnya.
Semoga tiga spirit itu selalu ada dalam setiap gerakan.
Bagian kedua akhlak dan misi ke nabian. Allah memberi kesaksian. Wainnaka laala khuluqin adhim. Budi pekerti yang agung. Yang ada di pkiran, tindakan dan sikapnya. Demikian sempurna dan paripurna.
Samudra akhlak. Sebagaimana dalam Hadis bersabda: innama buistu li utamim makarimal akhlak. Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan ahlak.
Ketika Hisyam bi Amir. Bertanya kepada istri Nabi Aisyah Ra, bagaiamna akhlak Nabi SAW? Aisyah menjawab: akhlak Nabi SAW adalah Al-Qur’an. Jawaban cerdas bahwa akhlak Nabi adalah pengamalan dari Al-Qur’an. Siapa yang tahu baca, pelajari dan amalkan Al-Qur’an.
Aneka ragam kemaungkaran, kemaksiat. Jagankan melakukan, terbersit maksiar tidak pernah
Saya mengajak siapa yang mau mengikuti Nabi SAW. Ikutilah Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Bagian ketiga, spirit akhlak ternyata masuk ke dalam sendi negara NKRI. Pertama, Ketuhanan Yang Maha Era. Pancasila mengandung norma ketuhanan Yang Maha Esa. Sela kedua menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan, keadaban. Itu akhlak
Persatuan Indonesia juga cermin dari spirit akhlak. Juga sila keempat, kerakyatan yang dipimpin, dituntun kepada hikmat kebijaksanaan. Bagaimana pemimpin harus dengan spirit hikmat dan kebijaksanan. Juga dalam permusyawaratan perwakilan.
Siapa yang mengadu pancasila dan agama, tidak berakhlak. Sila keadilan sosial juga akhlak. Spirit sudah ada. Pancasila juga tidak sebatas pilar nengara. Lebih pilar tetapi dasar, fondasi. Pilar bisa doganti dorobihkan. Fondasi tudak bisa.





















