Moskow, Gontornews — Pemerintah Rusia berusaha mengimpor vaksin dari luar negeri untuk melawan pandemi Covid-19. Upaya ini dilakukan menyusul meningkatnya angka kematian akibat Covid-19. Pada Selasa (1/12), Pemerintah Rusia mengonfirmasi penambahan 569 kasus kematian akibat Covid-19.
Sebagai informasi, Rusia memiliki beberapa vaksin untuk melawan virus yang sedang dikembangkan dan diproduksi di dalam negeri. Sebut saja vaksin jenis Coronavir dan Avifavir yang berdasarkan pada favipiravir. Favipiravir merupakan dasar pengobatan yang kerap dikembangkan oleh pemerintah Jepang.
Menteri Kesehatan Mikhail Murashko mengatakan bahwa pemerintah memiliki kekurangan pasokan vaksin.
“Volume pasokan antigen beku telah meningkat. Tetapi, kami masih melihat kekurangan jaringan. Jadi, kami bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan dan Industri untuk pengiriman tambahan dari luar negeri,” kata Murashko sebagaimana dilansir Reuters.
Pada Selasa, Rusia melaporkan penambahan kasus infeksi baru 26.402 kasus sekalipun trennya menurun dan menjauh dari rekor tertinggi pada 27 November lalu. Kepala pengawasan kesehatan konsumen Rospotrebnadzor, Anna Popova, mengonfirmasi bahwa pertumbuhan penyakit itu melambat.
Namun, Perdana Menteri Rusia, Mikhail Mishustin, mengatakan jika situasi Covid-19 cukup tegang di lebih dari 80 wilayah Rusia. Sementara pada 17 wilayah Rusia, kapastias tempat tidur rumah sakit hanya kurang tersedia dari 5 persen saja. Termasuk, wilayah Baltik Kaliningrad dan St Petersburg sebagai dua wilayah Rusia paling terdampak Covid-19.
Dengan 2.322.056 kasus infeksi, Rusia menjelma sebagai negara keempat dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia setelah Amerika Serikat, India dan Brazil. Rusia juga melaporkan 40.646 kematian akibat Covid-19 sejak pandemi masuk ke Rusia. [Mohamad Deny Irawan]





















