Anyer, Gontornews – Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor angkatan 2003 menggelar Reuni Akbar bertajuk “NGARIUNG/Tajamuk Zagreen Family: Road to 100th Gontor” pada 5–6 Juli 2025 di Villa Laut Biru, Anyer, Banten. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 250 alumni beserta keluarga sebagai wujud syukur atas perjalanan 22 tahun pascakelulusan sekaligus persiapan menyambut perayaan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor pada tahun 2026 mendatang.
Acara yang dikemas hangat namun tetap sarat nilai ini dihadiri oleh dua sosok istimewa, yaitu Prof Dr KH Husnan Bey Fananie MA, cucu Trimurti pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, dan KH Luqmanul Hakim (Ayahman), pengasuh Masjid Munzalan Pontianak. Kehadiran kedua tokoh ini menjadi momen penting yang menambah makna silaturahmi sekaligus penyegaran ruhani bagi para peserta reuni.
Dalam sesi tausiyahnya, Prof Dr KH Husnan Bey Fananie MA menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai ikhlas beramal, hidup sederhana, dan pengabdian tanpa batas sebagaimana dicontohkan oleh Trimurti. “Alumni Gontor harus menjadi agen kebaikan di manapun berada. Sebagai bagian dari persiapan menuju 100 tahun Gontor, kita dituntut untuk memperkuat ukhuwah, meningkatkan kontribusi, dan mewariskan nilai-nilai keikhlasan ini kepada generasi berikutnya,” pesannya.
Sementara itu, KH Luqmanul Hakim mengajak para alumni untuk terus menjalin silaturahmi dan menjaga semangat perjuangan dakwah. “Reuni bukan hanya ajang nostalgia, tetapi juga ruang untuk menghimpun potensi, saling menguatkan, dan merancang langkah-langkah strategis dalam membangun masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan reuni berlangsung selama dua hari, dimulai dengan sesi ramah tamah, refleksi 22 tahun alumni, olahraga pantai, hingga acara barbeque dan karaoke yang penuh keakraban. Hari kedua diisi dengan kegiatan semi-outbound, permainan keluarga, pembagian doorprize, serta ditutup dengan foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan soliditas alumni.
Ketua Panitia Reuni, Al Ustadz Yos Hendra, menyampaikan bahwa reuni ini tidak hanya sekadar temu kangen, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan dan konsolidasi untuk kontribusi nyata kepada almamater. “Semoga semangat Tajamuk ini menjadi energi kolektif bagi kita semua untuk terus berbuat dan mengabdi. Kita bersiap menyongsong satu abad Gontor dengan karya dan amal nyata,” ujarnya.
Reuni Akbar Alumni Gontor 2003 ini menjadi pengingat bahwa ukhuwah yang terjalin di pesantren merupakan aset berharga yang harus dijaga. Dengan semangat “Eratkan Ukhuwah, Hijaukan Silaturahim”, para alumni bertekad untuk terus membawa nilai-nilai Gontor dalam setiap langkah kehidupan. []





















