Sarajevo, Gontornews — Organisasi internasional untuk Migrasi, IOM, mengatakan hampir 3.000 migran yang terdampar di Bosnia hidup tanpa tempat berlindung. IOM menjelaskan ribuan migran tersebut terlantar akibat sebagian besar kamp Lipa dibakar hingga rata dengan tanah.
Beberapa migran tetap berada di kamp Lipa dengan mengandalkan struktur tenda darurat yang tersisa. Beberapa migran lain menyebar ke hutan sembari berharap dapat melintasi wilayah perbatasan guna mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
“Selama dua pekan terakhir, kami menyaksikan dengan keprihatinan besar mengenai situasi kemanusiaan yang mengerikan yang dihadapi banyak migran di Bosnia,” kata Juru bicara IOM, Paul Dillon, kepada Reuters.
“IOM dan mitranya memberikan dukungan sebaik mungkin. Tetapi jelas bahwa solusi jangka panjang yang berkelanjutan harus ditemukan,” imbuh Dillon.
IOM melanjutkan bahwa pihaknya melihat ratusan orang migran mengantri di dekat kamp Lipa, Selasa (5/1/2020), untuk mendapatkan makanan. Tidak hanya itu, mereka juga berkurumun di sekitar api unggun yang berasal dari tumpukan potongan kayu untuk menghangkatkan tubuh saat musim dingin. Beberapa migran juga mandi di sungai dekat lokasi dan menggigil sesaat berusaha untuk mengeringkan badan.
Kepala misi IOM Bosnia, Peter Van der Auweraert, mengatakan banyak migran yang terdampar di sudut kota Bihac. Mereka terlantar dan mengalami kesulitan untuk mendapatkan persetujuan dari otoritas lokal maupun nasional.
Walikota Bihac, Suhret Fazlic, mengatakan wilayahnya menanggung beban berat dalam mengayomi para migran yang berasal dari Asia, Timur Tengah dan Afrika tersebut. Sejauh ini, sambung Fazlic, dana untuk mendukung migran belum sampai ke kota.
“Bihac belum menerima satu euro pun dari tingkat otoritas manapun dari Bosnia maupun Uni Eropa, dari negara lain dan dari siapapun,” ungkapnya.
Menurut IOM, ada sekitar 70.000 migran telah melewati Bosnia sejak 2018. 6.000 migran tersebar di kamp-kamp di sejumlah sudut kota Bihac. Sementara 3.000 migran lainnya hidup terlantar dan tanpa akomodasi yang memadai. [Mohamad Deny Irawan]



















