Teheran, Gontornews — Puluhan ribu warga Iran turun ke jalan untuk berunjuk rasa mendukung pemerintah Iran. Aksi ini menyusul demonstrasi antipemerintah yang telah berlan gsung enam hari dan menelan korban jiwa setidaknya 22 orang.
Protes pada hari Rabu terjadi beberapa jam sebelum Jenderal Mohammad Ali Jafari, kepala Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), mengumumkan bahwa kerusuhan tersebut telah berakhir.
“Hari ini kita bisa mengumumkan akhir dari penghasutan tersebut,” kata Jafari, dikutip di situs Garda.
“Sejumlah besar pembuat masalah yang menghasut rakyat, yang mendapat pelatihan dari kontra-revolusioner … telah ditangkap dan akan ada tindakan tegas terhadap mereka,” tambahnya.
Media pemerintah sebelumnya telah melaporkan penangkapan setidaknya 530 orang: 450 di ibukota Iran, Teheran, dan 80 di pusat kota Arak.
Sebelumnya pada hari Rabu, demonstran pro-pemerintah berkumpul di setidaknya 10 kota, termasuk Teheran, untuk mengecam demonstrasi yang membuat Iran dalam kekacauan selama hampir seminggu, menurut media pemerintah.
Tayangan TV menunjukkan orang-orang membawa spanduk mendukung pemerintah dan meneriakkan slogan anti- Amerika Serikat, Israel dan Arab Saudi.
Rekaman demonstrasi pro-pemerintah oleh media pemerintah sangat berbeda dengan liputan demonstrasi pekan lalu yang menentang kepemimpinan Iran.
Protes tersebut dimulai di kota Masyhad pada 28 Desember 2017 sebelum menyebar ke kota-kota lain di Iran. [Rusdiono Mukri]





















