London, Gontornews – Ribuan orang menggelar aksi protes terhadap tindakan rasis atau islamofobia yang terjadi di Inggris. Aksi protes dilakukan atas sikap Pemerintah Inggris yang dianggap telah melakukan diskriminasi terhadap Muslim dan para pengungsi.
Salah satu peserta aksi protes, Abraham Khoudari, mengatakan, sejak kelompok sayap kanan dari partai konservatif berkuasa di Inggris, telah terjadi tindakan-tindakan yang mengarahkan pada rasisme. Hanya saja hal tersebut terjadi secara sembunyi, dan dilakukan dengan sangat beragam.
“Tapi yang terjadi lebih buruk lagi,” kata Khoudari seperti dikutip Aljazeera.
Selain itu, peserta aksi lainnya, Sophie Hargrove, mengatakan, dirinya bergabung bersama ribuan pemprotes lantaran kekecewaannya terhadap pemerintah. Tindakan islamofobia dan diskriminasi kepada pengungsi bukan merupakan bagian dari penduduk Inggris.
“Sangat penting untuk kita bersatu melawan hal-hal yang tidak kita yakini, harus kita lawan,” tegasnya.
Hargrove juga mengatakan, sikap Partai Konservatif yang berkuasa terhadap para migran dan pengungsi, sangat tidak manusiawi. Oleh sebab itu, para pengungsi yang kerap dilupakan pemerintah, diajak bersatu dalam aksi antirasisme tersebut.
Sementara itu, Ketua Komite Kebebasan Sipil, Keadilan dan Urusan Dalam Negeri, Kelompok Buruh, Claude Moraes, mengatakan munculnya risisme lantaran adanya kekhawatiran khususnya pada mereka yang anti-Muslim, tentang perkembangan mereka di Negara Ratu Elizabet itu.
“Mereka menganggap Islam sebagai ancaman,”
Aksi protes digelar Sabtu (17/3) dan diperkirakan telah menyebar di Inggris dan Uni Eropa. Aksi juga digelar bertepatan dengan Hari Internasional PBB untuk Penghapusan Rasisme dan Diskriminasi.
Para pemrotes berkumpul di dekat Oxford Circus berbaris untuk menentang rasisme, islamofobia dan anti-Semitisme yang berkembang. Massa berjalan ke Whitehall dengan memegang spanduk, “Migran dan pengungsi diterima di sini” dan “Hentikan serangan rasis”.




















