Beirut, Gontornews — Ketika Lebanon memasuki lockdown total selama dua pecan sejak Sabtu, rumah sakitnya berjuang untuk mengatasi jumlah pasien COVID-19, yang sekarang menjadi sekitar 2000 pasien setiap hari.
Seorang pria 91 tahun, Zuhair Salem Al-Husseini, sudah 10 hari berbaring di troli di Rumah Sakit Masyarakat Amal Islam Makassed di Beirut karena semua tempat tidur di sana terisi. Putrinya, Heba, mengatakan kepada Arab News .
Al-Husseini menjalani dua hari di IGD, untuk menyelesaikan perawatannya di rumah karena tidak ada ruang isolasi. Tetapi anak-anaknya membawanya kembali ke rumah sakit karena kondisinya memburuk dan dia dirawat dengan remdesivir.
Dia mengatakan tidak mengetahui di mana ayahnya tertular karena jarang keluar rumah. Sekitar 20 hari yang lalu, Al-Husseini muntah-muntah dan suhu tubuhnya sangat tinggi. Sejak saat itulah Al-Husseini berjuang melawan virus corona.
Heba mengatakan, setelah ayahnya keluar dari rumah sakit, dia tidak menerima perawatan khusus di rumah.
Al-Husseini berkata: βSaya tidak pernah ke dokter sepanjang hidup saya, dan saya tidak menderita penyakit apapun. Saya seorang perokok dan saya biasa merokok dua atau tiga batang dengan secangkir kopi sebelum saya terkena penyakit ini. Ketika saya mengetahui tentang infeksi ini, saya tidak takut. Saya menerimanya dengan tenang dan berkata saya ingin bertahan dan sembuh.”
Istrinya yang berusia 80 tahun tidak tertular virus meskipun dia menemani pasien selama sakit.
Ada lebih dari 44.000 pasien COVID-19 di Lebanon saat ini. Sebanyak 307 di antaranya dalam kondisi kritis, menurut statistik Kementerian Kesehatan. Jumlah kasus sejak Februari lalu telah melebihi 100.000 kasus.
Dr Firas Al-Abyad, direktur Rumah Sakit Universitas Pemerintah Hariri, mengumumkan bahwa “tempat tidur rumah sakit sudah penuh dan rumah sakit tidak dapat lagi menerima kasus baru.”
Dia mengatakan bahwa enam kasus tiba pada Sabtu pagi di ruang gawat darurat rumah sakit, termasuk empat dalam kondisi kritis, dan mereka disimpan di unit gawat darurat karena tidak ada tempat tidur kosong di bagian perawatan.
Al-Abyad mengatakan bahwa pencatatan 21 kematian pada hari Jumat meningkatkan jumlah total kematian akibat korona dalam lima hari terakhir menjadi 73. Dia memprediksi, “Lebanon akan mencatat angka kematian mingguan tertinggi akibat Corona sejak awal pandemi.” []






















