Jakarta, Gontornews -– Pemerintah terus meyakinkan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang kini tembus melebihi Rp15.100 per dolar AS, memiliki dampak yang mampu dikelola terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara menegaskan, setiap pelemahan rupiah terhadap dolar AS maka dampaknya akan memengaruhi besaran penerimaan dan pengeluaran negara.
Tiga Faktor yang Bikin BI Pede Gejolak Rupiah akan Mereda Tahun Depan
Gubernur BI Sebut Dolar AS Tembus Rp15.000 Bukan Berarti Kiamat
Pidato Petinggi The Fed Picu Minimnya Sentimen Positif Dalam Negeri
Namun begitu, dipastikan Suahasil, dampak terhadap penerimaan negara akan menjadi jauh lebih besar ketimbang dari pengeluarannya.
“Tapi dampaknya terhadap APBN sudah sering disebutkan oleh Bu Menteri beberapa kali, yakni setiap rupiah mengalami pelemahan, pendapatan menjadi meningkat, dan pengeluaran juga meningkat, tapi efek selanjutnya adalah pendapatan meningkat lebih tinggi dari pengeluaran,” katanya dikutip Viva.com.
“Jadi kaitannya dengan anggaran, kita melihat impact-nya tapi impact-nya adalah manageble. Tapi tentu dampak pelemahan rupiah tidak hanya ke anggaran, tapi ke seluruh ekonomi secara keseluruhan,” tambah dia.
Selain itu, Suahasil juga memastikan, pelemahan rupiah yang terus terjadi juga akan memengaruhi neraca perdagangan Indonesia. Sebab menurutnya, ekspor Indonesia akan semakin kompetitif di pasar internasional.
“Tapi di saat yang sama impor juga akan semakin melebar. Jika impor semakin melebar kita juga sudah memahami bahwa ada berbagai jenis impor. Ada jenis impor barang bahan baku, barang modal, konsumsi dan seterusnya,” tutur dia.
Sementara itu, untuk impor yang diakuinya juga pasti akan turut melebar karena perubahan kurs tersebut. Namun begitu dipastikannya pemerintah akan semakin mengelola sektor impor tersebut agar lebih mampu berdampak positif terhadap perekonomian.
“Nah saat impor barang modal semakin melebar maka artinya infrastruktur juga semakin meluas, jadi kita melihat dampak itu tapi kita meyakini Bank Indonesia mampu me-manage stabilitas rupiah,” tegasnya.
Berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini rata-rata menyentuh level Rp15.133 per dolar AS, atau melemah dari perdagangan kemarin yang berada di level Rp15.088.[DJ]





















