Bogor, Gontornews — Sebagai negara agraris, Indonesia punya banyak keunggulan. Termasuk hasil-hasil riset dan inovasi dari Badan Litbang Pertanian. Sudah saatnya, diplomasi pertanian berperan sebagai ujung tombak diplimasi Indonesia di forum dan pergaulan internasional.
Harapan itu mengemuka dalam forum pembekalan para calon duta besar Indonesia untuk negara sahabat yang berlangsung di Aula Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) , Bogor. Lima caloon dubes dan sejumlah staf kedubes hadir dalam acara bertajuk Advance Agricultural Research to Support Indonesia’s Export Commodities. Dimoderatori Kepala BBSDLP Dedy Nursyamsyi, acara menghadirkan Prof Dr Indoryono Soesilo (Mantan Menko Maritim dan Ketua Dewan Redaksi Majalah Sains Indonesia), Prof Dr Bambang Setiadi (Ketua Dewan Riset Nasional), Dr Haryono (Mantan Ketua Balitbangtan), Prof Dr Tahlim Sudaryanto (Staf Ahli Mentan Bidang Kebijakan Publik dan Hubungan Internasional), dan Prof Erwidodo (Peneliti Utama Balitbangtan}.
Dalam diskusi yang berlangsung serius tapi santai, tampak hadir Prrof Ikrar Nusa Bhakti (Dubes RI untuk Tunisia), Prof Pardede (Dubes RI untuk Tanzania), Priyo Iswato (Dubes RI untk Colombia dan Bogota), Esti Andayani (Dubes RI untuk Italia dan FAO, IFAD, WFP), dan Wieke Adiwoso (Dubes RI unuk Slovakia). Selain itu ada pula staf Kemlu yang mewakili Arifin Tasrif (Dubes RI untuk Tokyo), Santo Sutoyo (Mantan Dubes RI di Roma), dan Arief Rahman (Dubes RI untuk Afghanistan). Ikut hadir juga Perwakilan FAO untuk Indonesia Mark Smulder, dan sejumlah anggota Dewan Redaksi MSI seperti Rahmat Pambudy dan Aries Poniman.
Para calon Dubes tampak antusias mengikuti pemaparan para narasumber. ”Sebagai profesor riset ilmu politik saya juga tertarik dengan pertanian. Saya yakin kita punya banyak keunggulan. Seperti produk hortikultura dan perkebunan. Secara pribadi, saya juga hobby tanam pohon buah di rumah,” ungkap Ikrar Nusa Bhakti, peneliti utama LIPI.
Sejumlah keunggulan riset pertanian dipaparkan oleh Indroyono, Haryono dan Tahlim Sudaryanto. ”Bapak dan Ibu calon dubes perlu tahun, Balitbang Pertanian kita berada pada level yang sama dengan EMBRAPA Brazil. Di sana, Kepala EMBRAPA malah lebih hebat dari menteri pertaniannya. Pusat-pusat riset pertanian juga termasuk top. Kata hars jual itu. Setiap tahun, banyak pelatihan pertanian internasional dilselenggarakan Balitbangtan.”
Ketua Komisi Riset Pertanian dan Pangan DRN, Haryono, menambahkan, Indonesia punya pusat riset padi di Sukamandi. Semua varietas padi unggul yang jumlahnya ratusan itu berasal dari BB Padi Sukamandi. ”Semua Presiden pernah berkunjung ke sana, kecuali Gus Dur yang tidak sempat.” Selain padi organik yang sudah lama diekspor, kita juga sudah mengekspor aneka buah seperti mangga dan pisang.
Sementara Tahlim Sudaryanto ‘memaparkan beberapa keunggulan komoditas ekspor Indonesia. Untuk kelapa sawit, Indonesia termasuk negara produsen terbesar di dunia. Begitu juga eskpornya. Selain itu, ada coklat, karet dan kopi. ”Sejumlah komoditas perkebunan kita menjadi primadona ekspor. Mereka pula yang membuat Indonesia menjadi net eksportir.”
Esti Andayani, Dubes RI untuk Roma, mengungkapkan bahwa sebelum jadi dubes pihaknya sudah lama bekerjasama dengan Balitbangtan untuk pelathan pertanian dengan negara sahabat. Menurutnya, untuk bidang peternakan, BB Singosari di Malang boleh dikatakan yang terbaik di dunia. Banyak negara luar mengimpor semen dari Singosari. Dia berharap keunggulan-keunggulan yang ada dapat lebih intensif lagi dipasarkan ke pasar internasional. ”Saatnya kita bermain di pasar global.”
Atas dasar itu, Dubes untuk Tomor Leste, Sahat Sitorus, mengajak para dubuse lainnya untuk sama-sama berikrar untuk melakukan diplomasi pertanian. ”Saya kira sudah waktunya, pertanian menjadi ujung tombak diplomasi kita ke luar negeri.”
Mewakili Sekjen Kemenlu, Ka Biro Umum dan Humas Kemenlu Heru Sugoro menyampaikan terima kasih atas penerimaan yang baik dan hangat dari para ahli Balitbangtan serta para narasumber. ”Semua itu akan menjadi bekal yang berharga bagi para dubes ketika memulai tugas diplomasinya kelak di wilayah kerjanya masing-masing. Semoga kerjasama yang baik ini bisa bermanfaat untuk kemajuan bangsa dan negara kita di masa kini dan mendatang,” ungkapnya [Dedi Junaedi]

















