Riyadh, Gontornews — Arab Saudi menolak untuk mengekstradisi dua mantan pejabatnya terkait pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, ke Turki.
Seperti diketahui, Turki telah mengeluarkan surat perintah penangkapan kepada keduanya dan meminta Saudi untuk mengekstradisinya.
“Kami tidak mengekstradisi warga kami,” kata Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir dalam konferensi pers di Riyadh, Ahad (9/12), ketika dimintai komentarnya tentang permintaan Turki.
Khashoggi, yang merupakan kolumnis untuk The Washington Post dan seorang kritikus vokal terhadap Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman, tewas di dalam konsulat Riyadh di Istanbul pada 2 Oktober.
Pengadilan Turki pada Rabu mengeluarkan surat perintah penahanan terhadap mantan kepala intelijen Saudi, Ahmad al-Assiri, dan mantan penasihat pengadilan kerajaan, Saud al-Qahtani, atas permintaan jaksa kepala Istanbul.
Assiri sering menemani Pangeran Muhammad dalam pertemuan tertutup dengan para tamu asing yang berkunjung. Sedangkan Qahtani adalah seorang penasihat kunci putra mahkota.
Keduanya dipecat setelah Riyadh mengakui Khashoggi tewas di konsulatnya. Tapi Pemerintah Saudi berulang kali membantah laporan bahwa putra mahkota terkait dengan pembunuhan itu. [Rusdiono Mukri]






















