Washington, Gontornews — Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Amerika Serikat (AS) dan Inggris mendesak pemulihan pemerintahan sipil di Sudan, Rabu (3/11).
“Kami menyerukan pemulihan penuh dan segera dari pemerintah dan lembaga transisi yang dipimpin sipil,” kata pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri AS.
“Kami mendorong pembebasan semua yang ditahan sehubungan dengan peristiwa baru-baru ini dan pencabutan keadaan darurat,” kata pernyataan itu dikutip Arabnews.com.
“Kekerasan tidak memiliki tempat di Sudan yang baru, pada titik ini kami mendorong dialog yang efektif antara semua pihak, dan kami mendesak semua untuk memastikan bahwa perdamaian dan keamanan bagi rakyat Sudan merupakan prioritas utama.”
Amerika Serikat telah memelopori kecaman atas pengambilalihan kekuasaan oleh militer pekan lalu yang mengganggu transisi rapuh menuju demokrasi di mana kekuasaan dibagi dengan pemerintah sipil.[]























