Jenewa, Gontornews — Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, Ahad (19/12/2021), mendesak para pemimpin Lebanon untuk segera menerapkan reformasi dan mengutamakan kepentingan rakyat. Pernyataan Guterres terlontar seiring dengan kehadirannya di Lebanon untuk berbicara dengan politisi, pemimpin sipil dan pekerja kemanusiaan.
Guterres berharap Lebanon segera terlepas dari depresi keuangan dan krisis sosial terburuk dalan kurun waktu tiga dekade terakhir.
“Sangat penting bagi para pemimpin untuk mengutamakan rakyat dan menerapkan reformasi untuk mengembalikan Lebanon ke jalurnya. Termasuk upaya untuk mempromosikan akuntabilitas dan transparansi serta pembasmian korupsi,” kata Guterres sebagaimana dilansir Reuters
Sebagai informasi, Lebanon terpecah karena garis sektarian dan kegagalan pemerintah untuk menrapkan reformasi demi memperbaiki keuangan nasional. Pemberi bantuan asing telah menekankan para politisi untuk segera melakukan perubahan. Sejumlah bantuan asing terpaksa ditangguhkan karena kentalnya persaingan pribadi dan kelompok di Lebanon.
Pun dengan badan-badan PBB yang telah memperingatkan kemerosotan dramatis dalam situasi dan kondisi kehidupan masyarakat yang terdampak. Guterres tidak segan untuk mengatakan bahwa ia sangat prihatin dengan kesulitan yang dialami masyarakat Lebanon.
Ia pun menggemakan seruan sejumlah aktifis dan politisi Lebanon untuk meminta pertanggungjawaban atas ledakan bahan bakar kimia di pelabuhan Beirut tahun lalu. Ledakan tersebut menyebabkan 200 orang tewas hingga menimbulkan kerugian miliaran Dolar Amerika Serikat.
“Saya tahu rakyat Lebanon menginginkan jawaban dan saya mendengar tuntutan Anda soal terkait dengan kebenaran dan keadilan,” tutup Sekjen PBB tersebut. [Mohamad Deny Irawan]




















