Wellington, Gontornews — Pemerintah Selandia Baru mempertahankan pengunciannya untuk Auckland, kota terbesar di Selandia Baru, hingga dua pekan mendatang. Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, dan jajarannya tengah berjibaku untuk mengendalikan penyabaran varian Delta dan mempercepat kampanye vaksinasi.
Setelah berkampanye tentang penghapusan Covid-19, Selandia Baru berubah haulan dengan memerangi varian Delta yang telah menyebar ke seluruh wilayah Auckland dan sejumlah wilayah sekitarnya.
Meski memperpanjang masa penguncian di Auckland, PM Ardern tidak melakukan perubahan pada pembatasan sosial. “Setiap pelonggaran pembatasan yang bersifat sementara tidak akan berhasil, dengan target kami yaitu, meminimalisir kasus dan meningkatkan vaksinasi,” ungkap Ardern sebagaimana dilansir Reuters.
Dengan perpanjangan kali ini, kota berpenduduk 1,7 juta warga tersebut, total, telah menjalani penguncian selama 62 hari. Namun, pemerintah juga memberlakukan beberap pelonggarakan seperti membiarkan orang-orang untuk keluar rumah, pertemuan kelompok secara terbatas hingga 10 orang serta mengizinkan warga untuk berwisata ke pantai dan taman. Sementara untuk sekolah, bisnis dan perkantoran tetap tutup. Pun dengan pertemuan di dalam ruangan tidak diperbolehkan.
Dalam penghitungan Covid-19, Senin (18/10/2021), Selandia Baru mencatatkan 2.005 kasus baru Covid-19 dengan 60 kasus komunitas baru: 57 komunitas di Auckland dan 3 di Waikato.
Negara tetangga Australia tersebut sejatinya merupakan satu dari sekian negara yang berhasil mencapai Nol kasus Covid-19 pada tahun lalu. Tetapi, varian Delta yang masuk Selandia Baru pada Agustus telah menggagalkan pencapaian Selandia Baru untuk memberantas angka penularan Covid-19. [Mohamad Deny Irawan]



















