aDhaka, Gontornews — Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, mengatakan bahwa pengungsi Rohingya telah menjadi beban besar bagi negaranya. PM Hasina berdalih upaya repatriasi yang urung terlaksana sangat membebani Bangladesh terkhusus dalam hal yang terkait lingkungan atau sumber daya hutan di Cox’s Bazar.
“Mereka (Rohingya) telah menjadi beban besar bagi Bangladesh. Lingkungan dan sumber daya hutan di Cox’s Bazar semakin rusak,” ungkap PM Hasina saat bertemu dengan Duta Besar Belanda untuk Bangladesh, Anne Gerard van Leeuwen di Ganabhaban, Ahad, 17 Oktober 2021.
Hasina menambahkan bahwa pemerintahannya frustasi karena tidak ada kemajuan dalam repatriasi Muslim Rohingya ke Myanmar sejak eksodus besar-besaran terjadi sejak empat tahun lalu.
Sekretaris Pers Perdana Menteri, Ihsanul Karim, mengatakan Duta Besar Belanda menyampaikan pengungsi dan LSM sepakat bahwa permasalahan pengungsi Rohingya ada di Myanmar.
Sheikh Hasina mengapresiasi kontribusi Belanda untuk pembangunan nasional di Bangladesh. Hasina menyebut sikap Founding Father Bangabandhu Sheih Mujibur Rahman yang membangun Bangladesh melalui reklamasi lahan adalah karena terinspirasi Belanda. Ia pun berterima kasih kepada Belanda atas kerjasamanya dalam merumuskan Delta Plan 2100.
“Kami adalah negara berbasis pertanian dan kami dapat mengadopsi sistem itu,” sambung Hasina kepada Dhaka Tribune.
Pada saat yang bersamaan, Anne Gerard van Leeuwen, mengapresiasi perkembangan Bangladesh di bawah kepemimpinan Sheikh Hasina.
Dalam catatan Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya melarikan diri dari Myanmar dan menyebrang ke Bangladesh. Mereka pergi ke Bangladesh karena pasukan Myanmar melancarkan tindakan kekerasan terhadap komunitas Muslim Rohingya di Rakhine pada tahun 2017. [Mohamad Deny Irawan]




















