Idlib, Gontornews — Sebuah serangan baru oleh rezim Bashar al-Assad untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai pemberontak di barat laut Suriah memicu eksodus ribuan warga sipil ke perbatasan Turki pada 28 Januari.
Seperti dirilis hurriyetdailynews.com, serangan rezim Assad, Rusia dan kelompok-kelompok teroris yang didukung Iran di daerah perumahan di timur dan selatan Provinsi Aleppo terus menggusur ribuan warga Suriah.
Sebanyak 39.377 warga sipil telah meninggalkan rumah mereka di zona de-eskalasi Idlib barat laut Suriah dalam 24 jam terakhir.
Mohammad Hallaj, direktur Kelompok Koordinasi Respons Suriah, mengatakan kepada Kantor Berita Anadolu bahwa warga sipil meninggalkan rumah mereka di Kota Saraqib, Kota Ariha, dan Zawiya.
Menurut Anadolu, jumlah orang yang mengungsi dari Idlib dan Aleppo sejak November 2019 telah meningkat menjadi 541.000.
Mayoritas mereka tiba di kamp-kamp di dekat perbatasan Turki sementara yang lain berlindung di daerah-daerah yang bebas dari unsur-unsur teror setelah operasi militer Turki.
Karena meningkatnya populasi pengungsi, tenda-tenda di Idlib tidak cukup memenuhi kebutuhan warga Suriah yang lelah perang karena tidak ada cukup ruang untuk mendirikan lebih banyak tenda. Ribuan keluarga saat ini sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan. []





















