Baghdad, Gontornews — Kelompok milisi Irak menembakkan dua roket Katyusha ke sebuah rumah di Baghdad, menewaskan dua wanita dan tiga anak serta melukai dua anak lainnya, kata militer Irak pada hari Senin (28/9).
Kematian itu merupakan yang pertama di antara warga sipil Irak dalam kekerasan terbaru. Milisi Syiah Irak yang didukung Iran disalahkan karena menargetkan kepentingan AS di negara itu. Sumber polisi mengatakan, bandara Baghdad menjadi sasaran serangan itu.
Arabnews.com menulis, Roket itu diluncurkan dari lingkungan Al-Jihad di Baghdad.
Serangan tersebut telah sering terjadi. Serangan itu sering menargetkan Kedutaan Besar AS di Baghdad di dalam Zona Hijau yang dijaga ketat, pasukan AS yang berada di pangkalan Irak, serta Bandara Baghdad. Bom pinggir jalan juga sering menargetkan konvoi yang membawa peralatan yang ditujukan untuk pasukan koalisi pimpinan AS.
Serangan sebelumnya telah menyebabkan kerusakan kecil tetapi jarang menimbulkan korban jiwa atau cedera.
Frekuensi serangan roket telah membuat tegang hubungan Irak-AS. Pemerintahan Trump pekan lalu mengancam akan menutup misi diplomatiknya di Baghdad jika kelompok milisi Syiah yang diyakini mengatur serangan itu tidak ditangani.
Milisi Syiah yang kerap melancarkan serangan setelah tewasnya Jenderal Iran, Qassim Soleimani, dan pemimpin milisi Iran, Abu Mahdi Al-Muhandis, oleh serangan AS telah mempersulit upaya Irak untuk menekan elemen bersenjata yang βnakalβ.
Penggerebekan pemerintah terhadap Kataib Hezbollah yang didukung Iran, yang dicurigai meluncurkan serangan roket, menjadi bumerang ketika mereka yang ditahan dibebaskan karena kurang bukti. []






















