Aleppo, Gontornews — Sebuah Rudal menghantam pasar terbesar di Aleppo yang dikuasai pejuang, Rabu (12/10). Sedikitnya 22 orang tewas dan bangunan pasar rata dengan tanah. Sementara regu penyelamat masih mencari korban di reruntuhan puing-puing akibat serangan udara yang menewaskan puluhan orang, sehari sebelumnya.
Gelombang serangan terbaru terjadi saat Rusia mengumumkan akan mengadakan pembicaraan gencatan senjata dengan Amerika Serikat dan kekuatan-kekuatan regional akhir pekan ini. Jika pertemuan ini terjadi, maka inilah pertemuan pertama sejak Washington membekukan perundingan bilateral setelah serangan intensif diarahkan ke Kota Aleppo.
Saksi mengatakan, serangan sore itu menghancurkan beberapa toko di bagian timur Aleppo yang dikepung, yang telah menjadi target serangan Suriah yang didukung Rusia sejak gagalnya gencatan senjata bulan lalu.
“Lima serangan udara menghantam sebuah pasar di daerah Fardous. Sejauh ini kita telah mencatat 22 orang tewas dan 45 luka-luka,” kata Ibrahim Abu Leith, jurubicara Pertahanan Sipil Suriah di Aleppo, kepada Al Jazeera.
Sementara itu, pada hari Selasa (11/10), pesawat Rusia atau Suriah membom beberapa sasaran yang menewaskan sedikitnya 41 orang, termasuk lima anak-anak. Demikian menurut sebuah kelompok relawan, White Helmets.
Sedangkan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris menyebutkan jumlah korban tewas yang lebih rendah, tapi kemungkinan korban tewas akan meningkat.
Dr Farida, seorang ginekolog di klinik pasar, mengatakan tidak jelas apa yang menjadi target serangan dari pesawat-pesawat itu.
“Banyak toko benar-benar ‘menghilang’, lenyap. Saya tidak dapat menemukan jejak dari mini market yang biasa saya kunjungi,” katanya kepada kantor berita Associated Press. Ia meminta agar nama keluarganya tidak dipublikasikan karena alasan keamanan.
“Kehancuran mengerikan,” katanya. “Puing-puing telah menumpuk dan jalan-jalan rusak berat.” [Rusdiono Mukri]






















