Douma, Gontornews — Serangan terus dilancarkan Pemerintah Suriah di Ghouta Timur, Minggu (11/2) termasuk di Desa Douma. Akibat serangan tersebut 42 warga sipil meregang nyawa.
Pasukan pemerintah terus melakukan serangan udara ke daerah kantong pemberontak dan menyusuri lebih dekat ke kota-kota pusatnya.
Seorang Aktivis di Douma, yang merupakan salah satu pusat kota utama, mengatakan, Minggu kemarin jet-jet Suriah tidak menghentikan sama sekali pemboman kota-kota di seluruh Ghouta. Demikian dengan Televisi pemerintah Suriah yang juga melaporkan bahwa kota Mudeira telah direbut pada hari yang sama oleh tentara, yang sekarang dapat terhubung dengan unit-unit di sisi lain Ghouta Timur.
“Pasukan pemerintah sekarang mengepung Douma setelah merebut kota tetangga Mesraba, 10km timur Damaskus,” katanya, Aljazeera.com.
Sementara itu, Aktivis Nour Adam mengatakan delapan orang meninggal di Jobar, sebuah kota di sebelah timur ibukota Damaskus, dan 16 orang dari keluarga yang sama terbunuh dalam serangan terhadap Douma.
“Sisanya meninggal dalam serangan yang melanda kota-kota Harasta, Zamalka, dan Arbin,” kata Adam.
Pembela Sipil Suriah, sebuah kelompok penyelamatan relawan yang juga dikenal sebagai Helm Putih, mengatakan pada hari Ahad sebuah serangan pemerintah terhadap Arbin sehari sebelumnya melibatkan “klorin fosfor”. Itu adalah serangan kimia kedua yang diduga menyerang daerah pinggiran dalam hitungan hari.
[Devi Lusiana]






















