Surabaya, Gontornews –Pemerintah Kota Surabaya terus berupaya memberikan memperhatikan dan memfasilitasi kebutuhan anak-anak yang mengalami permasalahan kesejahteraan sosial, temasuk anak-anak yang putus sekolah. Salah satunya dengan mengembangkan minat dan bakat anak.
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, di Surabaya, Senin (12/3) mengatakan, anak-anak putus sekolah nantinya akan dikembalikan ke pendidikan formal maupun non formal.
“Esensi utama dari upaya Pemkot Surabaya adalah bagaimana bisa mengembalikan anak-anak itu ke sekolah, agar mampu mengubah mereka ke arah yang lebih baik, karena orang hidup itu harus punya bekal, yakni pendidikan,” jelas Risma seperti yang dikutip Antaranews.com.
Nantinya, tambah Risma, pihaknya akan menyisipkan beberapa kegiatan dalam upaya mengembangkan minat dan bakat anak. Salah satunya dengan mengarahkan mereka yang memiliki kreatifitas serta memberikan bimbingan usaha bagi anak yang ingin berwirausaha melalui program Pejuang Muda.
Untuk bisa memgetahui ketertarikan atau bakat anak, kata Risma, akan dilakukan treatment lebih detail, supaya nantinya bisa langsung difokuskan le arah bisnis yang sesuai.
“Anak yang ingin usaha nantinya akan kami latih, dan kalau usianya sudah 18 tahun, baru kami berikan modal,” ujarnya.
Selain itu, Risma juga menjelaskan, upaya lain untuk mengatasi problematila anak putus sekolah adalah dengan menggelar acara tatap muka secara langsung bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Pada saat acara tatap muka yang digelar di eks Gedung Siola beberapa hari lalu, Risma menyampaikan agar mereka bisa belajar untuk hidup secara mandiri dan tidak terus bergantung kepada orang tua. Sebab, tidak selamanya orang tua mampu menopang kehidupan mereka.
[Devi Lusiana]






















