Aleppo, Gontornews — Setidaknya enam orang tewas dalam serangan udara di dua rumah sakit di Aleppo yang dikuasai para pejuang. Pemerintah Suriah terus menghajar Aleppo dan jumlah korban sipil tewas terus bertambah.
Sekjen PBB Ban Ki-moon memperingatkan pada hari Rabu (28/9) bahwa serangan terhadap fasilitas medis merupakan kejahatan perang.
Sebuah asosiasi medis mengatakan, sekarang di Aleppo hanya ada enam rumah sakit yang tersisa, sejak serangan ke kota yang terkepung itu meningkat pasca ambruknya gencatan senjata AS-Rusia pekan lalu.
“Serangan itu terjadi pada pukul 4:00 waktu setempat. Salah satu pesawat perang memang menargetkan rumah sakit langsung,” kata Adham Sahloul dari Suriah American Medical Society, Rabu (28/9).
“Sekarang ini hanya ada enam rumah sakit yang beroperasi,” lanjutnya seperti dirilis Aljazeera, Kamis (29/9).
Kedua rumah sakit telah ditargetkan dalam serangan udara sebelumnya, papar Sahloul, yang menggambarkan pemboman sebagai “disengaja”.
Serangan yang terjadi Rabu itu merupakan yang terbaru oleh pemerintah Suriah untuk merebut kembali kota utama di bagian utara Suriah itu. Pasukan Suriah dengan gencar melancarkan serangan darat ke Aleppo. [Rusdiono Mukri]





















