Roma, Gontornews — Sekitar 1.000 pencari suaka terdampar di Laut Mediterania setelah berangkat dari Libya. Hal ini mendorong usaha penyelamatan besar-besaran.
Empat kapal Penjaga Pantai Italia berhasil menyelamatkan mereka pada hari Selasa (23/5) dari setidaknya 11 rakit dan tongkang yang berusaha mencapai pantai Eropa. Ikut bergabung dengan kapal-kapal Italia dalam usaha penyelamatan itu kapal-kapal milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Save the Children, SOS Mediterranee, dan LSM Jerman Jugend Rettet.
Menurut laporan Jugend Rettet, awak kapal menyaksikan tembakan dari sebuah kapal dengan tanda Penjaga Pantai Libya ke arah satu rakit. Sebuah foto yang diposkan di Twitter menunjukkan, Penjaga Pantai Libya menaiki satu rakit dan menyandera penumpang dengan pistol.
Jugend Rettet juga mengatakan, beberapa kapal didorong masuk ke perairan Libya, yang akan merupakan pelanggaran prinsip non-refoulement. Di bawah asas hukum internasional ini, pencari suaka tidak dikembalikan ke negara di mana mereka menghadapi ancaman penyiksaan.
SOS Mediterranee melaporkan, 700 orang berhasil diselamatkan.”Banyak anak-anak,” katanya seperti dirilis Aljazeera.
Kepala Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa, Filippo Grandi, mendesak pemerintah Libya untuk membebaskan semua pencari suaka dan pengungsi dari pusat penahanan. [Rusdiono Mukri]




















